Dipa dan Sakha Ceritakan Kendala Kompetisi IMSCC
- 19 Nov 2025 17:27 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Dipa dan Sakha menghadapi berbagai kendala di International Matemathical Science Creativity Competition tahun 2025 dengan ketenangan dan strategi.
Dipa dan Sakha, berbagi cerita tentang berbagai kendala yang mereka hadapi selama mengikuti International Mathematical Science & Creativity Competition (IMSCC). Meski akhirnya meraih prestasi gemilang, perjalanan menuju panggung internasional itu penuh tantangan yang menguji ketahanan mental dan kemampuan teknis mereka.
Dipa menjelaskan salah satu kendala terbesar adalah tekanan waktu dalam menyelesaikan proyek dan presentasi. Terlebih tugas pengembangan dan penyempurnaan proyek harus disesuaikan dengan jadwal sekolah dan kegiatan akademik lainnya.
“Kami sering harus lembur karena ada bagian proyek yang harus disempurnakan. Tantangan utamanya itu ya, manajemen waktu. Tapi kami belajar banyak dari prosesnya,” terang Dipa saat menjadi narasumber di acara spada pro2 RRI Sungailiat melalui sambungan telepon Sungailiat, Rabu, (19/11/2025).
Selain tekanan waktu, kendala teknis juga mewarnai persiapan mereka. Saat uji coba proyek, beberapa komponen tidak berjalan sesuai rencana. Sakha mengaku momen-momen seperti ini cukup menguras emosi.
"Kadang sistem yang sudah kami buat error saat dicoba. Itu bikin panik, apalagi waktunya mepet. Tapi kami coba tetap tenang, cari solusi pelan-pelan,” ujar Sakha.
Pada hari kompetisi, ketegangan justru semakin terasa. Presentasi di depan juri internasional menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang masih berada di jenjang SMP. Persiapan mental menjadi bagian penting dari proses tersebut.
“Grogi pasti ada, meskipun saat di percobaan pertama kami sempat gagal, tapi kami berusaha fokus pada apa yang sudah kami kerjakan. Kami percaya pada prosesnya," tambah Dipa.
Meski demikian, setiap hambatan justru memperkuat kerja sama mereka. Keduanya saling membagi tugas, menyusun strategi, dan memastikan setiap bagian dari proyek dipahami dengan baik.
"Semangat pantang menyerah dan tidak mudah putus asa menjadi alasan kuat bagi kami untuk mampu melewati semua rintangan," ujar Sakha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....