Penggemar Batu Akik, Belum Surut di Sungailiat Bangka
- 26 Sep 2025 18:19 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat; Kolektor dan penggemar batu akik belum surut di Sungailiat hingga saat ini. Hal itu nampak dari kunjungan pembeli di lapak penjual batu akik.
Penjual batu akik yang mangkal di pelataran Hutan Kota Singailiat, Saiful menuturkan dagangannya itu masih dicari oleh para penghobi bahkan kolektor batu akik.
Sebelum membuka lapak dagangannya di Sungailiat, Saiful bermula dari hobi, hingga mengoleksikan batu akik sejak tahun 1998. Kala itu, ia berada di Tanjungpinang Kepulauan Riau. Awal berjualan pun mengikuti saudaranya.
Kegemaran Saiful pada bat akik tak surut bahkan ia sempat merasakan hobinya itu menjadi fenomena viral. Karena penghobi batu akik, tidak hanya dia seorang, tapi juga digemari orang-orang pada sekitar tahun 2015 - 2018 hingga menjadi pembicaraan bagi penggemar lainnya.
Harga batu akik pun mencapai harga tertinggi hingga jutaan rupiah pada kala itu, seperti jenis batu Bacan dan batu Sisik Naga. Memperkirakan koleksi batu akiknya relatif banyak, ia pun menawarkan hingga membuka lapak jualan batu akik. Ia kini mangkal di Hutan Kota Sungailiat Kabupaten Bangka.
"Saya menjual bermacam-macam batu akik, batu mulia dan permata," ucap Saiful (26/09/25).

Ratusan batu akik yang sudah menjadi cincin menjadi omzet jualannya. Ia meyakini dengan belum memudarnya para penggemar batu akik, jualannya itu akan ada lakunya dan itu ia jadikan sebagai mata pencaharian sekarang ini.
"Pendapatan sehari tidak tidak menentu. Kalau harga jual satuan batu Rp50-Rp150 ribu. Saya berjualan batu akik untuk mata pencaharian sehari-hari," kata Saiful, Jumat (26/9/25).
Salah seorang pembeli batu akik, Asep mencari dan membeli batu akik bukan saat ini saja melainkan sejak usia remaja. Kegemaran ini karena hobi, seni, dan mengikuti jejak orang tuanya.
"Bagi saya mengenai penjualan batu akik nggak ada pasang surut nya, karena untuk yang pasang surut itu biasanya orang yang berjualan karena euphoria aja. Saya yang memang pecinta batu akik," kata Asep usai membeli satu cincib batu akik dari Saiful seharga Rp50 ribu, Jumat (26/9/2025)
Asep menyatakan menyukai batu akik dan memakai cincin batu akik karena batu akik itu unik dan harganya relatif terjangkau untuk saat ini.
Sementara itu penggemar batu akik sekaligus kolektor, Bambang menyukai batu akik sejak tahun 1986. Kala itu saat ia berada di Sumatera Selatan.
Kegemaran batu akik adalah salah satu kegiatan anak muda pada saat Bambang di kampungya itu. Menurut dia kegemaran lain pada umumnya adalah mancing dan memelihara burung. Ia pun mengoleksi sekitar 300-an batu akik dan batu mulia hingga saat ini.
"Saya masih memilih batu akik saat ini karena kalau ke luar rumah nggak pakai batu akik, jari-jari ini terasa kurang pas, " ucap Bambang saat nongkrong di lokasi lapak milik Saiful. (Raeisya/IAIN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....