Thrifting: Gaya Cerdas Belanja Hemat tapi Stylish

  • 26 Jun 2025 12:51 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Pangkalpinang : Tren thrifting atau berburu pakaian bekas masih menjadi pilihan banyak masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin tampil gaya tanpa menguras dompet.

Di tengah gempuran produk fesyen baru, pakaian bekas (branded) tetap punya tempat tersendiri di hati para pemburu barang unik. Selain ramah kantong, thrifting juga dianggap sebagai bentuk konsumsi yang lebih ramah lingkungan.

David (53), seorang penjual pakaian bekas asal Palembang, Sumatera Selatan, sudah menggeluti usaha ini sejak tahun 1993. Ia memilih membuka lapaknya di Pangkalpinang karena melihat potensi pasar yang besar.

"Awalnya coba-coba, tapi ternyata peminatnya banyak. Sampai sekarang masih terus berjualan karena permintaan stabil, apalagi untuk jaket dan celana branded," ujarnya disela-sela melayani pembeli.

Menurut David, meskipun barang bekas, kualitas pakaian yang dijualnya tidak kalah dengan yang baru.

"Banyak yang cari merek seperti Levi's, Nike, atau Uniqlo. Kalau dapat yang kondisi bagus, pasti langsung laku," tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebagian pelanggannya justru datang dari luar kota dan sudah berlangganan sejak lama.

Salah satu pembeli setia, Topan (28), mengaku rutin berburu jaket bekas di lapak David.

“Saya suka thrifting karena bisa dapat barang bermerek dengan harga murah. Kalau beruntung, bisa nemu jaket original yang harganya cuma seperempat dari harga barunya,” katanya.

Selain hemat, menurutnya sensasi mencari barang unik jadi kesenangan tersendiri. Fenomena thrifting ini diprediksi masih akan terus diminati, terutama oleh generasi muda yang sadar gaya dan bijak dalam berbelanja.

Selain menguntungkan secara ekonomi, thrifting juga mendukung gaya hidup berkelanjutan yang kini makin digalakkan di tengah isu perubahan iklim dan konsumsi berlebih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....