Nduk Campak Melestarikan Kesenian Campak dalam Ketulusan

  • 04 Sep 2024 16:29 WIB
  •  Sungailiat

KBRN ; Sungailiat : Nduk campak adalah sebutan untuk dukun atau pemimpin kesenian tari campak di pulau Bangka.

Menurut Budayawan Zaidi, Nduk campak tidak akan mengakui secara terang-terangan bahwa dirinya adalah nduk campak.

"Itu karena tidak sedikit dahulunya orang yang memandang nduk campak sebagai profesi negatif. Dia tidak mau ngomong ke orang lain bahwa dia nduk campak, tidak, kesenian campak ini kan tujuannya menghibur dan kalau orang terhibur mereka banyak diberi saweran oleh orang yang ikut menari, nah mereka para penari campak ini punya pimpinannya yakitu nduk campak tadi," ujar Zaidi kepada rri.co.id, Rabu (4/9/2024) di Pangkalpinang.

Sebagai seorang dukun, nduk campak juga memiliki kemampuan supranatural.

"Dia yang memberikan kekuatan pemikat para penari/penandak agar terlihat lebih cantik dan di sukai banyak org. Nduk campak menggunakan Guci untuk ritualnya, didalam guci itu ada kembang tujuh rupa dan air kemudian dipercikkan ke para penandak supaya auranya keluar ketika becampak," tutur Zaidi.

Kisah nduk campak ini juga menjadi inspirasi seniman tari Juwita Handayani dalam berkarya. Ditahun 2014 Juwita bersama Lawang Budaya dipercayai mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menampilkan tari berjudul Nduk Campak pada even Parade Tari Nusantara di TMII jakarta.

"Kita mewakili provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu karena sebelumnya kita berhasil memenangkan Festival Serumpun Sebalai yang di ikuti oleh seluruh sanggar tari yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Kita pada waktu itu berhasil meraih penata tari terbaik, penata busana terbaik dan penata musik terbaik se Kepeluan Bangka Belitung," ungkap Juwita.

Tari nduk campak yang tampilkan oleh Sanggar Seni Lawang Budaya menceritakan suka duka kehidupan nduk campak dalam melestarikan kesenian campak.

"Seiring waktu, zaman, dan usia yang semakin renta, Namun tak menyurutkan semangat nduk campak untuk melestarikan seni becampak dalam ketulusan. Dan ini terbukti bahwa sampai saat ini kita masih tetap bisa menikmati kesenian campak, walau kita sendiri tidak tau siapa nduk campaknya diantara group campak itu," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....