Putra Gonk Hidupkan Kisah Jejak Suku Mapor

  • 26 Nov 2025 09:47 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat: Jejak peradaban orang Mapor menginspirasi pelaku seni Putra Gonk dengan menghasilkan syair berjudul 'Urang Bubong'. Mapur merupakan suku tertua yang berakar kuat di Desa Aik Abik, Pulau Bangka.

Syair 'Urang Bubong' menjadi puitisasi yang dilantunkan Putra Gonk dengan diiringi musik dambus yang dimainkannya sendiri. Kesempatan itu ia tampilkan di atas panggung gelaran 'Kita Indonesia2' di halaman RRI Sungailiat, kemarin.

Lewat lantunan lagu dan narasi yang puitis, Putra Gonk merangkai kisah kehidupan Urang Mapor yang menjaga kepercayaan adat Mapor Dangkel, sebuah warisan spiritual yang tetap menyala meski diterpa perubahan zaman. Nuansa hutan tua, aliran sungai, dan bayang-bayang sejarah terasa mengalir dalam tiap bait yang ia bawakan, membawa penonton seakan melangkah ke masa lampau.

“Urang Bubong” juga menggambarkan visual dari prosesi adat Nambek, ritual sakral yang dipercaya menjadi penghubung antara dunia nyata dan alam gaib. Dalam ritual tersebut, masyarakat menapaki jejak leluhur, menyusuri ruang tak kasat mata yang menyatukan masa lalu dan masa kini. Melalui karya ini, Putra Gonk menghadirkan kembali semangat nenek moyang yang membalut tanah kelahiran dalam keheningan penuh makna.

Bagi Putra Gonk, karya ini bukan sekadar penampilan panggung.

“‘Urang Bubong’ adalah bentuk penghormatan saya kepada leluhur dan suku Mapor. Saya ingin masyarakat luas tahu bahwa ada peradaban tua yang tetap hidup lewat adat dan keyakinan yang dijaga turun-temurun. Ini adalah identitas yang harus kita rawat bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Via, salah satu penikmat penampilan di acara Kita Indonesia, mengaku karya Putra Gonk memberikan pengalaman yang berbeda.

“Saya merasa seperti diajak menyelami sejarah yang tidak pernah saya dengar sebelumnya. Cara Putra Gonk membawakan kisah Urang Mapor itu kuat, menyentuh, dan sangat berkesan. Ini bukan hanya musik, tetapi perjalanan budaya,” ujarnya.

Penampilan Putra Gonk menjadi salah satu bagian yang paling meninggalkan kesan dalam rangkaian acara Kita Indonesia. Ini membuktikan bahwa seni lokal mampu menjadi pintu menuju pemahaman lebih dalam tentang akar budaya Bangka Belitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....