Saxofon, dari Awal Kemunculan hingga Kepopulerannya
- 06 Nov 2025 10:07 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat: Saxofon, cukup familier bagi para pemain musik. Alat musik tiup itu dari awal penemuaannya hingga kini masih cukup populer dan menjadi pilihan dengar penggemar musik.
Media-media dengar, seperti radio kerap kali memperdengarkan nada lembut atau melo yang membuat para pendengarnya seakan tenang dan damai. Sementara nada suara yang melengking seakan menambah energi dan semangat.
Saxofon, alat musik yang terbuat dari logam itu, dalam suatu penampilan biasanya menambah hidupnya ritme pada genre musik, jazz, pop, blues atau orkestra. Tidak sekedar itu nada-nada lembut, mendayu bahkan tiupan keras bisa ditampilkan secara solo seperti oleh Kenny G, Saxofonis jazz Amerika.
Lewat penelusuran literasi, Saxofon, sejatinya alat musik tiup yang sudah muncul pada abad ke- 19, penemunya Adolphe Sax. Sosok visioner asal Belgia terlahir 6 November 1814. Instrumen ini berkembang menjadi berbagai varian — mulai dari soprano, alto, tenor, hingga bariton — yang kini dikenal luas dalam musik klasik, jazz, hingga pop modern.
Suara, nada terdengar dari saxofon di era digitalisasi sekarang tak sulit untuk didengar oleh para penggemar musik. Tentang kemerduan suara saxofon itu di antaranya diakui pendengar Pro 4 RRI Sungailiat, Deri di acara Ngupi Pagi, Kamis (6/11/2025).
“Saxofon bagi saya bukan sekadar alat musik. Setiap nadanya seperti berbicara, lembut tapi kuat. Saya pernah melihat dalam penampilan band di acara pernikahan,” ungkap Deri.
Ia mengatakan momentum lahirnya saxofon di 6 November menggugahnya akan arti penting menumbuhkan kesadaran akan nilai sejarah dan inovasi di balik setiap alat musik.
Menurut dia musik bukan sekadar hiburan, melainkan wujud perjalanan panjang kreativitas manusia. Selain itu dari awal kemunculan saxofon, menjadi media ajar bahwa setiap nada lahir dari pemikiran, perjuangan, dan cinta terhadap seni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....