Rawat Seni Budaya, Lewat Pagelaran Hadrah di Kemuja
- 31 Agt 2025 21:47 WIB
- Sungailiat
KBRN, Pangkalpinang: Desa Kemuja Kembali menggelar pagelaran seni hadrah dalam rangka Ruah Maulid Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Minggu (31/8/2025).
Kepala Desa Kemuja, Muhammad Solehan mengatakan, festival ini sudah dikenal cukup kluas di Bangka Belitung khsusunya Pulau Bangka. Namun jika tahun sebelum-sebelumnya banyak yang diperlombakan, tahun ini hanya satu yakni hadrah tersebut.
“Biasnya tiga dambus, rudat dan rebana, tahun ini hanya hadrah, kalo sekarang yang daftar 13 grup,” kata Solehan.
Melalui kegiatan ini, lanjut dia, yakni sebagai upaya pelestarian seni budaya islam atau juga budaya Melayu.
“Kami khususnya Desa Kemuja mengadakan kebudayaan itu lewat musik, yang memanf musik ini agak mengarah ke Islam di tengah musik kebaratan, dan Bangka Belitung mulai meredup dengan kami adakan desa-desa lain mulai tergerakkan,” ujarnya.
Penjabat Bupati Bangka, diwakili Staff Ahli Setda Pemkab Agama, Boy Yandra mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi turun temurun dan setiqp tahun dilakukan masyarakat Desa Kemuja dengan lebaran dan seni budaya lokal.
“Malam ini merupakan malam pembukaan rangkaian kegiatan perayaa maulid yang telah ditunggu madyarakat Kemuja hal jni menjafi salah salah saty budaya desa Kemuja dalam menyambut Nabi Muhammad dan bentuk pelestarian budaya lokal nilai kebersaman dan oengjngat Nabi Muhammad sebaai suri tauladan,” kata Boy.
Pemkab Bangka mengapresiasi dalam pelestarian budaya lokal lewat pagerlaran ini dari 31 Agustus sanpai dengan 2 September 2025 dan dilanjutkan adat istdiadat lebaran pada 5 September nanti.
“Saya mengapresiasi peserta se-Pulau Bangka, seni hadroh tidak dari Kabupaten Bangka juga tetapi dari kanupten kota lainnya,” katanya.
Sementara, Gubernur Babel, diwakili oleh Kepala Biro Kesra Pemprov Babel, Saimi mengatakan, festival hadroh menyongsong Maulid 2025 atau 1447 Hijriah, kegiatan ini sangat baik karena sampai sekarang sudah menjamur banyak di Bangka Belitung ini seiring berkembangnya pondok pesantren.
“Hadrah ini merupakan isinya sholawat dan pujiam kepada Nabi Muhammad Saw, hal ini perlu kita lestarikan. Kita berharap festival hadroh yang sempat terhenti bebwrapa tahun agar dapat diteruskan dan dilanjutkan,” ujar Saimi.
Pemprov Babel berharap Desa Kemuja menciptakan kegiatan ini lebih maju supaya peserta tidak lingkup kecil akan tetapi lebih besar.
“Kami berharap dengan festival ini bukan hanya sekedara lomba hadrah saja alan tetapi memakani peringatan Nabi paling tidak menjngkatkan kecintaan kepada Beliau,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....