Ritual Sehat Penutup Malam Ala Pendengar

  • 16 Jul 2025 23:57 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat:

Setelah seharian penuh beraktivitas di Bangka, beberapa masyarakat memilih cara sehat untuk memulihkan energi dan menghilangkan kepenatan di malam hari. Hal ini disampaikan Japar, seorang karyawan swasta, yang memilih konsumsi minuman tradisional sebagai ritual malam hari. "Minum jamu bagi saya di malam hari itu seperti ritual penutup yang sempurna setelah seharian berjuang. Bukan cuma menyehatkan, tapi juga memberikan rasa damai yang dibutuhkan sebelum tidur," ujar Japar dalam acara Tangtut RRI Pro4, Rabu (16/7/2025).

Japar menceritakan pengalamannya, jika kandungan rempah-rempah yang dikonsumsimemberi efek menenangkan otot, melancarkan peredaran darah, hingga membantu meningkatkan kualitas tidur. Pilihan minuman tradisional yang sering dikonsumsi Japar antara lain Wedang Jahe dan Wedang Uwuh, yang mudah ditemui di Sungailiat dan kerap dijual hingga malam hari.

Hal ini bukan tanpa alasan. Kelelahan fisik dan mental akibat rutinitas pekerjaan, membuat tubuh membutuhkan asupan yang tidak hanya menyegarkan tetapi juga memberikan efek relaksasi. Dengan kandungan rempah-rempah yang berkhasiat menenangkan otot, melancarkan peredaran darah, hingga membantu kualitas tidur, menjadi ritual yang disukai.

Pilihan minuman tradisional tersebut pun beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Baik untuk menghangatkan tubuh setelah seharian di luar, hingga meredakan rasa lelah yang menumpuk. Fleksibilitas dan kemudahan akses minuman tersebut di malam hari menjadikan minuman tradisional ini semakin diminati dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual penutup hari.

Pendengar lain juga turut berbagi pilihan jamu favorit mereka untuk malam hari. Bu Rahma dari Pangkalpinang menuturkan jenis yang sering dikonsumsi.

"Saya juga sering minum jus lemon hangat atau Kunyit Asam di malam hari. Rasanya badan jadi ringan dan tidur lebih nyenyak. Tapi kalau pegal-pegal, saya pilih Wedang Jahe campur madu. Hangatnya itu langsung bikin pegal-pegal hilang. Pokoknya mantap," ujar Rahma. Ini menunjukkan betapa jamu tradisional memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Bangka sebagai penawar lelah di penghujung hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....