Semarak Sambut Tahun Baru Muharram di Bangka
- 21 Jun 2025 23:52 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat: Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram di Bangka Belitung yang jatuh pada tanggal 27Juni 2025, tak sekadar momen pergantian kalender Hijriah. Di Bangka semangat menyambut Muharram dirayakan penuh suka cita melalui beragam tradisi unik yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dari tradisi keagamaan hingga festival meriah, masyarakat setempat menyulap momen sakral ini menjadi perayaan budaya yang sarat makna.
Salah satu potret semarak Festival Muharram tersebut terlihat di Desa Kimak, Kabupaten Bangka, yang setiap tahunnya menggelar berbagai perlombaan dan acara kebersamaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias mengikuti kegiatan yang tak hanya menghibur, tapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Tak hanya berakar pada tradisi lokal, kini perayaan Muharram juga menjadi bagian dari agenda pariwisata resmi Pemerintah Kabupaten Bangka. Salah satu acara yang paling dinanti adalah "Muharam di Desa Kenanga", yang mampu menarik perhatian wisatawan berkat kekayaan budaya dan nuansa spiritualnya.
Dalam program “Etnis Nusantara Serumpun Sebalai” RRI Pro4, pemandu acara Yuk Sekar selain mengajak pendengar berbagi kisah menyambut muharram di desa masing-masing, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap harmonisasi antara budaya dan religi di Bangka.
"Indahnya perayaan Muharram di Bangka bukan hanya soal kemeriahan acaranya, tapi juga bagaimana tradisi lokal menyatu dengan nilai-nilai Islam. Ini menciptakan keberagaman yang mengagumkan dan penuh makna," ujar Sekar. Sabti, 21/6/2025.
Menambah kehangatan perbincangan, salah seorang pendengar setia RRI, Amat, turut berbagi cerita melalui sambungan telepon. Ia menyoroti tradisi Nganggung di desanya, sebuah kebiasaan membawa makanan secara bersama-sama ke masjid atau balai desa, lalu dilanjutkan dengan ceramah agama.
"Makanannya lengkap, seperti sajian Lebaran. Bagi kami, Muharram bukan cuma awal tahun, tapi juga momen untuk lebih dekat kepada Allah dan berbagi kebahagiaan bersama tetangga. " ujar Amat.
Dia menambahkan jika Muharram di Bangka Belitung bukan hanya menjadi perayaan religi, tapi juga simbol kearifan lokal yang patut dijaga dan dipromosikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....