Tangtut Pro4 RRI, Merajut Malam dalam Tradisi Lokal

  • 08 Mei 2025 23:31 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Kekayaan nilai adat di berbagai pelosok Indonesia mewarnai ragam tradisi unik, tak terkecuali kebiasaan yang mengiringi malam hari. Hal ini menjadi bahasan hangat dalam program interaktif Tangtut di Pro4 Sungailiat, Kamis (8/5/2025).

Andre, seorang pendengar Tangtut yang memiliki akar budaya Minang, mengisahkan tradisi unik dari tanah leluhurnya.

"Di Minangkabau, tradisi membiarkan pintu rumah Gadang terbuka di malam hari memang pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar kebiasaan, ini simbol keramahan dan jaminan keamanan dalam kebersamaan," ujar Andre.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, bahwa rumah Gadang bagi masyarakat Minangkabau bukan sekadar hunian. Ia adalah jantung kehidupan sosial, wadah untuk bermufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dan tempat yang penuh kasih untuk merawat anggota keluarga yang sakit.

Keterbukaan pintu di malam hari mencerminkan filosofi menerima siapa pun dengan tangan terbuka, sebuah cerminan kuat dari nilai gotong royong dan persaudaraan yang dijunjung tinggi.

Namun, roda zaman terus berputar. Arus modernisasi dan urbanisasi, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan keamanan di era kini, secara perlahan, meskipun praktik membuka pintu rumah gadang di malam semakin jarang terlihat, esensi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti keramahan, rasa aman yang tercipta dari kebersamaan, dan semangat gotong royong tetap menjadi fondasi kuat identitas budaya Minangkabau.

Tak hanya dari ranah Minang, Tangtut juga menghadirkan suara dari pendengar lokal Bangka Belitung. Pakcik Johan, seorang warga Sungailiat, berbagi cerita tentang bagaimana masyarakat Bangka memaknai malam hari dalam tradisi lokal.

"Di Bangka ini, kita mungkin tak punya kebiasaan membuka pintu rumah semalaman seperti di Minang. Namun, malam bagi kami adalah waktu yang berharga untuk 'bekisah' atau berbagi cerita, biasanya di warung atau dirumah sambil menikmati kopi," ujar Pakcik Johan.

Lebih dari sekadar tempat menikmati kopi, tempat tersebut menjadi ruang sosial yang hangat, tempat bertukar cerita, mempererat tali silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan.

Selain itu, Pakcik Johan menambahkan, semangat kebersamaan juga terlihat jelas ketika ada acara-acara penting seperti pernikahan atau perayaan hari besar, di mana warga akan dengan sukarela berjaga dan meramaikan suasana hingga larut malam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....