Intip dokter Hewan, drh. Syaprianti Evi Dame Arita

  • 25 Apr 2024 11:42 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat; Berawal dari keinginan orang tuanya yang menginginkan Syaprianti Evi Dame Arita yang biasa dipanggil Atik pada saat masih SMA, agar ia bisa menjadi seorang dokter.

Karena keinginan itu lah Atik anak ke empat dari empat bersaudara ini memutuskan untuk melanjutkan sekolah kedokteran dan memilih menjadi seorang dokter hewan.

Sejak kecil Atik memang sudah menyukai hewan, terkadang kalau menemukan anak kucing di jalan, dimasukkan kedalam tas dan dibawa ke kelas.

“Ketika awal tahun 2007, ada info dari guru BK kalau ada penerimaan masuk Institut Pertanian Bogor melalui jalur undangan (PMDK). Lihat brosur ternyata ada pilihan Fakultas Kedokteran Hewan, langsung tertarik dan ikut mendaftar. Pilihan pertama Fakultas Kedokteran Hewan, dan Puji Tuhan, dinyatakan diterima” ujar Atik.

Untuk menjadi seorang dokter hewan, perempuan kelahiran tahun 90 ini telah menimbah ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada tahun 2007 dan lulus S1 pada tahun 2011, dia melanjutkan kelas program profesi dokter hewan selama 1,5 tahun dan lulus pada tahun 2013.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali ke kampung halamannya Sungailiat Bangka, Atik sempat memasukkan beberapa surat lamaran di perusahaan swasta dan dinas-dinas yang membidangi peternakan di Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun takdir berkata lain ia malah mendapatkan kesempatan bekerja di daerahnya sendiri Kabupaten Bangka.

“Pada saat itu sebuah kantor dinas sedang mencari dokter hewan yang akan ditempatkan di UPTD Balai Pembibitan Ternak Kabupaten Bangka yang ada di Desa Air Duren Pemali. Ada salah satu pegawai Dinas menemui orang tua dan menyampaikan kalau dinas sedang cari dokter hewan, jadi coba datang ke dinas itu dan masukkan lamaran dan diterima.”

Saat ditanya suka duka. Suka menjadi dokter hewan, ia mengatakan sepertinya sama dengan dokter – dokter yang lain, bahagia ketika pasien kembali sehat, bahagia ketika klien juga mau merawat hewan kesayanganya hingga pemulihan menjadi lebih cepat. Sedangkan dukanya ketika hewan tidak bisa diselamatkan. Bahkan klien hanya mau membawa hewan kesayangannya tapi tidak mau merawat.

“Di awal kerja, banyak menemukan klien – klien yang hanya mau memiliki hewan tetapi perawatan kurang. Seperti adanya tren punya kucing atau anjing, tetapi puji Tuhan sekarang ini banyak klien – klien kami yang lebih peduli dan mau membawa hewannya ke kami meskipun itu hewan liar yang ditemukan di jalan"

drh. Atik pun menyampaikan pesan kepada adik-adik/orang tua yang ingin anaknya menggeluti profesi sebagai dokter hewan, bahwa untuk mendapatkan gelar dokter hewan membutuhkan komitmen yang sangat besar dan harus siap dengan segala tantangannya. Tidak hanya mampu menangani hewan tetapi juga mampu melakukan komunikasi yang baik kepada klien.

Profil:

Nama Lengkap: drh. Syaprianti Evi Dame Arita

Nama panggilan : drh.Atik

Tempat Tanggal Lahir : Pugul, 01 April 1990

Status : Menikah

Alamat Rumah : Perumahan PNS Kenanga

Perjalanan karir:

- Tahun 2013 bekerja di UPTD Balai Pembibitan Ternak Kabupaten Bangka di Desa Air Duren Pemali.

- Tahun 2014 dipindah tugaskan ke Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka

- Tahun 2015 diterima PNS Kabupaten Bangka penempatan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka

- November 2022 sampai sekarang bertugas di UPTD Pusat Kesehatan Hewan Merawang dan membuka praktek dokter hewan dirumah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....