KKN PPM UGM di Bukit Layang, Dari Takut Buaya Sampai Bazar UMKM
- 08 Agt 2026 00:15 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bukit Layang - Sekitar 35 tahun lalu saya KKN di Garut. Tidurnya numpang di rumah warga, mandinya di sumur. Gaul dengan warga desa dan aparat desa adalah keharusan.
Jumat sore, 7 Agustus 2026, saya duduk lagi di acara penarikan KKN. Kali ini bukan saya yang ditarik, tapi 28 mahasiswa UGM dari Desa Bukit Layang. Dan ternyata rasanya sama: haru, bangga, sedikit nyesek.
Adik-adik ini pulang bawa oleh-oleh pengalaman. "Warga Bangka ramah Pak. Toleransinya tinggi. Saya betah. Cuma... rindu sama emak di Yogya juga iya." Kata Syilfa, salah satu mahasiswi.
Wajar. Sebulan itu lama kalau jauh dari rumah. Tapi sebulan juga cukup untuk jatuh cinta sama tempat baru.
"Pengalamannya banyak Pak. Kerja sama sama warga desa senang. Cuma pas awal-awal pusing denger bahasanya. 'Yang kata 'aok' itu iya, 'Paca' itu bisa. Dua kata itu yang pasti teringat alias hapal," ujar Syilfa sambil ketawa.

Lucu, tapi juga serius. Mereka nggak cuma main. Ada UMKM Naik Kelas. Ada bantuan NIB, P-IRT, label. Ada TPS terpadu, insinerator, tanam mangrove. Ada dapur inovasi: udang satang jadi udang keju, kelapa jadi wingko, singkong jadi donat. Ada aquaponik. Ada model budidaya udang pakai sistem daur ulang.
Puncaknya, di hari terakhir ada Bazar UMKM dan pentas seni di lapangan bola, siang sampai malam.
Yang paling saya suka dari cerita Syilfa: soal Sungai Air Layang. "Potensinya bagus Pak. Indah. Cuma saya takut ke sungai. Katanya ada buaya." celoteh Syilfa.
Nah kan. Dulu saya takut lintah di sawah Garut. Sekarang adik-adik takut buaya di Bangka. Beda zaman, beda rasa takutnya. Sama-sama deg-degan.
Pak Kades Surono menutup dengan kalimat yang bikin dada hangat.
"Kami terbantu. Programnya jalan, promosi desanya jalan. Kami siap lanjutkan. Terima kasih sudah buka wawasan warga. Semoga Bukit Layang dikenang. Silaturahmi jangan putus. Alhamdulillah semua sehat."
Dulu di Garut saya pamit bawa oleh-oleh keripik singkong. Hari ini adik-adik UGM pamit meninggalkan resep udang keju.
Zaman berubah. Dulu surat, sekarang WhatsApp. Dulu kompor minyak, sekarang insinerator. Tapi satu yang nggak berubah: KKN itu urusannya hati. Datang sebagai tamu, pulang membawa keluarga baru.
Selamat jalan anak-anak. Biarlah buaya tetap di sini di Sungai Air Layang, ya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....