Atok Kulop : Pancasila Anugerah Terbesar bagi Indonesia

  • 02 Jun 2026 11:17 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Pancasila adalah pandangan hidup bangsa yang secara eksklusif digali, dirumuskan, dan dijiwai oleh sejarah serta kebudayaan asli bangsa Indonesia. Berbeda dari ideologi lain, Pancasila berakar dari nilai-nilai kearifan lokal yang tidak dapat dipisahkan dari identitas Nusantara.

Menurut Pengamat Soaial Budaya, Ahmadi Sofyan, Pancasila merupakan hal paling tepat bagi Republik Indonesia. Memiliki Pancasila merupakan anugerah dan keberkahan luar biasa bagi bangsa ini.

“Pancasila itu sebetulnya sudah hal yang paling tepat bagi Republik Indonesia, dengan karakter masyarakatnya yang multi agama, multi suku, bahasa dan sebagainya, ini yang bisa menyatukan kita. Indonesia memiliki Pancasila itu adalah keberkahan yang luar biasa,” kata Ahmadi Sofyan yang lebih dikenal sebagai Atok Kulop, kepada RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Lanjut Atok Kulop, jika Pancasila benar-benar diterapkan dalam semua sendi kehidupan sosial masyarakat, maka hal-hal positif akan terus menyertai perjalanan kehidupan di Indonesia.

“Kalau saja kita menerapkan pemahaman yang benar soal Pancasila, saya yakin pajak tidak akan terus menghantui masyarakat, begal tidak akan bebas berseliweran seperti sekarang ini, saya yakin kehidupan anak-anak muda akan jauh lebih baik, dan segala hal positif akan menyertai,” ujarnya.

Penerapan Pancasila yang paling benar ujar Atok Kulop, adalah dari semua orang yang berhubungan dengan negara.

“Siapa pun dia mau dari tingkatan RT, RW, dunia pendidikan, artis, masyarakat biasa apalagi dia pejabat,” imbuhnya.

Senada dengan yang disampaikan Atok Kulop, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menyebut jika Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila merupakan jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh, sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," kata Yudian Wahyudi, dalam pidato Peringatan Harlah Pancasila, Senin, 1 Juni 2026.

Sementara, Angkasawan RRI Sungailiat, Ferdy Pepabri berpendapat bahwa Pancasila akan selalu hidup dalam setiap nadi seluruh anak bangsa di Republik ini. Generasi muda merupakan penjaga dari filosofi Pancasila yang tiada duanya di dunia.

"Tidak ada bangsa lain di dunia ini yang memiliki filosofi seperti Pancasila yang dimiliki bangsa Indonesia. Pancasila lah yang membuat kita mampu melewati krisis global, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik," ucap Ferdy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....