Usia Lanjut Bukan Halangan Mak Suriya Mengais Rezeki di Lingkungan Kampus
- 15 Apr 2026 21:48 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Usia lanjut bukan menjadi halangan bagi sosok Suriya (74) untuk beraktivitas mengais rezeki. Usaha kecil-kecilan pun ia jalani dengan membuka warung.
Ia melakukan itu, untuk mengambil sasaran mahasiswa atau unsur konsumen di lingkungan kampus Institut Pahlawan 12 (Inpalas) Sungailiat Kabupaten Bangka. Warung Mak, begitu ia melabelkan warungnya yang menjual makanan minuman instan. Warung itu terposisikan di bagian belakang kampus Inpalas.
Hampir tiga dasawarsa, ia bertahan dengan aktivitasnya itu. Ia mengawalinya sejak tahun 1999, saat di usia produktif dan bertahan hingga di usia senjanya itu.
Besar kecil keuntungan adalah hal yang biasa ia temui selama mengelola warungnya. Namun yang pasti dari tahun ke tahun konsumennya datang dan pergi silih berganti. Karena mereka umumnya mahasiswa.
Inpalas sebelumnya bernomenklatur Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (Stisipol). Kala itulah pada tahun 1999, Suriya memangkalkan warungnya. Karena itu pula ia sedikitnya menyerap informasi dinamika kehidupan sivitas akademika di Stisipol atau Inpalas itu.

Para dosen dan mahasiswa menyapa dia dengan sebutan Mak, Suriya. Risiko yang dijalani untuk menjalankan aktivitasnya di warung, ia lakukan sejak dini hari hingga siang hari.
"Daripada di rumah terus tidur, lebih baik jualan. Di sini ada teman ngobrol dari pembeli, jadi tahu banyak informasi juga," kata Mak Suriya.
Tidak sekadar mengais rezeki, berjualan di lingkungan kampus menjadikan dia mampu mengingat dari hal yang disaksikan seputar dinamika perubahan kawasan kampus dari masa ke masa. Ia pun mengingatnya lada awal kampus berdiri, belum banyak masyarakat yang terjaring kuliah di Stisipol.
"Proses ujian masuknya saat itu masih harus dilakukan di Palembang," katanya.
Seiring waktu, setiap tahunnya datang dan berganti mahasiswa. Jumlah mahasiswa pun mengalami penambahan kuota, mereka pun di antaranya untuk menghilangkan sekadar haus dahaga dan mengusir lapar, yang dicari cepat adalah Warung Mak. Sinyalemen ini terus berlangsung, terutama pada pagi hari.
Mahasiswa Inpalas, Heni, mengatakan Warung Mak memang menjadi tempat yang dekat dengan aktivitas kuliah mahasiswa, terutama bagi kuliah dalam kelas yang mendapat jadwal pagi. Karena itu, Warung Mak bisa menjadi alternatif cepat untuk mengamankan perut alias sarapan pagi.
"Kalau pagi kami yang ramai di warung ini. Warung Mak satu-satunya yang tepat di belakang kampus, jadi bisa sarapan atau makan dengan harga mulai seribuan," ujar Heni.
Bagi para mahasiswa, Warung Mak bukan hanya tempat membeli makanan, melainkan juga bisa menguping perkembangan kampusnya. Bagi mereka yang terbilang baru nengawali memasuki kampus tentu cerita dari Mak Suriya menjadi pengetahuan bagi mereka. (Diaz Steffi Zinta/Inpalas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....