Bangka Belitung Rumah Keberagaman
- 19 Jan 2026 19:42 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Dalam lingkungan masyarakat yang majemuk seperti di Kepulauan Bangka Belitung, peluang terjadinya gesekan di masyarakat tetap ada, meskipun hingga sekarang kondusifitas, kerukunan antar umat beragama telah berjalan harmoni.
Untuk menjaga harmoninya kehidupan bermasyarakat tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka menegaskan selalu terbuka mendiskusikan berbagai persoalan di masyarakat.
"FKUB setiap saat stanby, welcome, terbuka terhadap pembicaraan bagaimana kita mencoba mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi antar agama itu sendiri, maupun lintas agama," kata Ketua FKUB Kabupaten Bangka, Husin Djais kepada RRI, di Sungailiat, Senin, 19 Januari 2026.
Terhadap persoalan atau berbagai isu yang mengemuka, FKUB akan berusaha memberikan pemahaman realistis kepada masyarakat. Harapannya, ‘riak-riak’ yang ada tersebut bisa diredam sedini mungkin.
"Kita berupaya memberi pemahaman-pemahaman realistis bahwa kita itu prinsipnya adalah sama. Setiap agama memang berbeda, tetapi kita mengambil satu sikap bahwa humanisme, kemanusiaan harus di kedepankan, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menyebabkan kita terpengaruh atau terpuruk pada hal-hal yang tidak kita harapkan," ucapnya.
Sementara, salah seorang warga Sungailiat asal Medan, Antonia Sinaga berpendapat, kerukunan masyarakat di Kabupaten Bangka sangat terjaga. Dia berharap kondisi damai dan tenteram ini terpelihara dengan baik.
"Saya dan keluarga datang dari Medan sudah 23 tahun. Dan bersukur sekali kita merasakan kerukunan yang luar biasa di Bangka ini. Ya kalau ada masalah pun bukan yang berkaitan dengan kerukunan dan keberagaman. Kita warga Bangka harus bangga dan menjaga situasi seperti ini selamanya," ujar Antonia.
Gambaran keberagaman nan harmoni di Kabupaten Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak hanya tampak dari kehidupan sehari-hari. Radio Republik Indonesia sendiri, namun juga teraktualisasikan dalam program-program acara di RRI Sungailiat. RRI Sungailiat yang memiliki 3 (tiga) saluran yakni PRO 1, PRO 2, dan PRO 4 rutin menghadirkan acara multi etnis, mimbar agama, dan juga siaran langsung ibadah dari masjid dan juga gereja-gereja yang ada di Kabupaten Bangka.
Ferdi 'Pepabri' Suhardi,dan Fajar Basuseno, dua orang pegawai RRI Sungailiat kompak menyatakan selalu bersemangat jika bertugas melaksanakan siaran langsung ibadah di gereja meskipun keduanya merupakan muslim yang taat.
"Di situ lah letak keindahan hidup di Bangka Belitung ini. Agama boleh berbeda, suku kita beda-beda, tapi kalau bicara toleran dalam memandang keberagaman kita harus utamakan," ujar Ferdi.
"Bangga sekali kita dengan baju RRI bisa menyiarkan keindahan kehidupan di Bangka Belitung ini Bang. Kita ikhlas walaupun kita muslim. Semoga selalu harmoni seperti ini," harap Fajar.