Tekad Saparimah dari Pulau Kecil Menuju Tanah Suci

  • 10 Okt 2025 14:43 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung : Fajar baru saja menyingsing di Selat Nasik ketika Saparimah (66) melangkah menuju dermaga kecil di desanya. Dengan langkah perlahan, ia menaiki perahu kayu yang akan menyeberangkannya ke Tanjungpandan. Ombak pagi itu cukup bersahabat, tapi semangatnya jauh lebih besar dari riuh gelombang laut.

Perjalanan laut itu bukan sekadar rutinitas bagi Saparimah. Di baliknya tersimpan harapan yang ia pendam selama dua belas tahun yakni, mewujudkan impian menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

"Saya mendaftar sejak 2013. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ada persiapan. Rasanya campur aduk, senang, haru, dan tidak percaya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Jumat (10/10/2025).

Setibanya di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, perempuan berkerudung itu langsung mengikuti proses pembuatan paspor. Petugas melayani dengan ramah dan sabar, memastikan para calon jemaah haji, termasuk yang lanjut usia, merasa nyaman dan terbantu.

"Petugasnya baik dan sabar. Semua dibimbing sampai selesai. Saya bersyukur sekali," ucapnya dengan senyum hangat.

Di ruang pelayanan itu, Saparimah tampak memandangi paspor barunya dengan penuh haru. Bagi sebagian orang, paspor hanyalah dokumen perjalanan. Namun bagi dirinya, lembaran berwarna hijau itu adalah simbol dari perjuangan panjang, kesabaran, dan doa yang tak pernah putus.

Dari sebuah pulau kecil di ujung Belitung, Saparimah kini bersiap menapaki perjalanan spiritual yang ia nantikan bertahun-tahun. Sebuah kisah sederhana, namun sarat makna tentang keyakinan, ketulusan, dan tekad seorang perempuan menuju Tanah Suci.

Sumber : Humas Imigrasi Tanjungpandan.

Rekomendasi Berita