Wanita Jangan Takut Bermimpi seperti RA Kartini

  • 21 Apr 2025 17:08 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka : Wanita Indonesia jangan takut bermimpi seperti yang disampaikan dan ditunjukkan pejuang emansipasi wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini.

Dikatakan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Kepulauan Bangka Belitung, Farah Diba Haris, zaman dahulu memang wanita berkiprah hanya sebatas dapur, mengasuh anak, dan sebagainya. Namun di era sekarang, wanita bisa bermimpi memiliki pekerjaan seperti laki-laki. Namun, tetap kodratnya sebagai seorang wanita haruslah tetap dijunjung tinggi.

"Seperti kata Kartini bermimpi lah dengan bebas, zaman dahulu kan wanita itu hanya sebatas dapur, hanya mengeja, mengasuh anak dan segala macam, nah pada saat sekarang ini kata Kartini bilang "bermimpi lah", jadi wanita boleh dan bisa bermimpi memiliki pekerjaan seperti laki-laki, contohnya dalam bidang politik, pemerintahan, sekarang kan udah bebas tuh, tapi tetap jangan lupa menjunjung kodratnya sebagai seorang wanita atau seorang ibu," kata Farah Diba ditemui RRI.co.id, di Pangkalpinang, Senin (21/4/2025).

Disinggung soal masih banyaknya wanita yang mengalami diskriminasi, menjadi korban kekerasan serta mengalami pelecehan, terutama dilakukan kaum pria, Farah yang juga Istri Kepala Bakuda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Haris AR, itu menegaskan jika wanita harus pintar dan tidak boleh lemah.

"Saat ini masih banyak juga wanita didiskriminasi dan menjadi korban kekerasan pria, makanya wanita itu harus pintar, kelihatannya wanita memang lemah, tapi sebenarnya wanita itu bisa kuat, bisa melawan perbuatan yang menyakiti dirinya," ujarnya.

Sementara, seorang ibu rumah tangga warga Sudi mampir, Sungailiat, Dyah Nurjanah menyatakan jika wanita harus terus memperjuangkan hak-hak kesetaraannya dengan laki-laki. Wanita harus mampu memastikan dia mendapatkan haknya untuk bisa berkiprah dalam bidang apa pun.

"Artinya begini, sekarang kan sudah terbuka peluang untuk wanita di bidang apa pun, jadi wanita itu sendiri lah yang harus menunjukkan bahwa dia mampu, mampu setara dengan pria, mampu bersaing dengan pria, kalau dia nya tidak ada semangat untuk itu, ya percuma," ucap Dyah.

Rekomendasi Berita