1.300 Petani Lada di Babel Dapat Kepastian Pasar dan Akses Pembiayaan

  • 15 Agt 2026 22:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Koba- Sebanyak 1.300 petani lada di Bangka Belitung mendapat kepastian pasar dan akses pembiayaan hingga Rp500 juta per orang. Hal itu menyusul peluncuran Holding UMKM Sektor Perkebunan oleh Kementerian UMKM di Kebun Nusantara PT Cinquer Agro Nusantara PT CAN, Desa Namang, Bangka Tengah, Sabtu 15 Agustus 2026.

Bersamaan dengan peluncuran, Kementerian UMKM juga menggelar akad massal Kredit Usaha Rakyat KUR untuk para petani mitra PT CAN.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyebut model PT CAN layak menjadi percontohan nasional karena dibangun dari akar rumput. Perusahaan dengan omzet Rp50 miliar per tahun ini telah membina 1.300 petani di lahan 1.000 hektar se-Babel.

"Melalui pembinaan ini, komoditas unggulan Lada Putih Muntok berhasil menembus pasar internasional, termasuk raihan kontrak senilai Rp13,2 miliar saat misi dagang ke Belanda, hingga terpilih mewakili Indonesia pada pameran CISMEF di Tiongkok," kata Bagus.

Untuk memperkuat modal, 1.300 petani mitra diinstruksikan mendaftar ke aplikasi SAPA UMKM dalam 2 minggu. Tujuannya agar terhubung dengan KUR Klaster yang disalurkan perbankan.

Pendiri PT CAN, Hatami Nugraha, mengatakan persoalan lada bukan hanya produksi, tapi juga ekosistem. Kerja sama ini mengintegrasikan pembiayaan dari Kementerian UMKM, percepatan sertifikasi ekspor oleh Badan Karantina, dan pendampingan pemda.

Pemerintah Provinsi Babel menyambut baik. Pj Sekda Ferry Afriyanto berharap Lada Putih Muntok naik kelas dari bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah.

Kadiskop UKM Babel, Arie Primajaya, juga berharap model ini direplikasi ke komoditas lain. Data Dinkop UKM mencatat ada 133.452 unit UMKM di Babel, 92,53 persen diantaranya usaha mikro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....