UMKM Raja Lele dan Mahasiswa Berkolaborasi Tembus Era Digital
- 13 Agt 2026 17:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Rumah Makan Raja Lele sukses mempertahankan eksistensi bisnisnya sejak 1998. Kisah inspiratif ini dibahas dalam dialog UMKM Bicara pada Senin, 10 Agustus 2026.
Pemilik Raja Lele yakni Anastasya Wulan, membagikan perjalanan panjang usahanya yang merupakan bisnis turunan dari mendiang bapak mertuanya.
Bermula dari usaha budi daya ikan lele saat krisis moneter melanda. Mendiang Riznaud melihat peluang besar karena minimnya pasokan lele lokal saat itu.
Bisnis tersebut kemudian berkembang menjadi warung makan pecel lele pada tahun 2005. Kualitas lele segar yang dibudidayakan sendiri menjadi ciri khas utama restoran ini.
Pipit memastikan identitas rasa dan kualitas makanan tersebut selalu dipertahankan hingga kini. Ia juga secara rutin turun langsung ke pasar untuk memilih bahan baku.
“Saya selalu memastikan kualitas bahan baku langsung dari pasar dan pemilik usaha kuliner memang harus berani terjun ke dapur,” jelas Anastasya.
Selain ketekunan pemilik, Raja Lele juga mendapat pendampingan dari mahasiswa lokal. Sandri merupakan Ketua Kelompok Tujuh dalam program Bangka Belitung Youthpreneur.
Kelompok mahasiswa ini melalui Babel Youthpreneur membantu Raja Lele beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Mereka memfasilitasi pembuatan akun media sosial serta logo berbasis kecerdasan buatan.
“Kami tidak sekadar datang untuk menggurui para pelaku usaha, tapi kami ikut menganalisis masalah dan merancang solusi digital bersama,” ujar Sandri.
Sandri berharap pemuda masa kini lebih berani mengambil risiko untuk berusaha. Mahasiswa didorong untuk menciptakan lapangan pekerjaan alih-alih sekadar menjadi pencari kerja
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....