Pelanggan Maunya Daring, UMKM Bangka Didorong Masuk Marketplace

  • 29 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – UMKM Bangka diminta lepas dari jualan di sekitar. Kalau mau bersaing dengan produk pabrikan, harus berani masuk marketplace dan upgrade kemasan.

Dorongan itu disampaikan Penyuluh Perindag Ahli Muda Dinakerperindag Bangka, Ria Kurniawati dalam dialog 'UMKM Bicara' Pro 1 RRI Sungailiat, Senin 27 Juli 2026.

"Alangkah baiknya jika produk kita juga dipasarkan di sana, sehingga bisa dibeli konsumen dari luar daerah. Kita harus berani ke marketplace," ujar Ria.

Selain pemasaran, digitalisasi juga wajib di pembukuan. UMKM diminta tinggalkan catatan manual dan beralih ke komputer. Bagi yang gagap teknologi, Ria menyarankan merekrut anak muda.

"Mungkin ada anggapan takut memakai komputer. Kalau mau berkembang, kita harus berani," katanya.

Ria juga menyoroti kemasan. Menurutnya banyak produk lokal kalah saing bukan karena rasa, tapi karena kalah cantik dengan produk pabrikan.

"Produk pabrikan itu kemasannya cantik-cantik dan eye-catching. Konsumen lihat visual dulu. Kalau mau masuk ritel modern, kita harus berani upgrade kemasan," pungkasnya.

Pemanfaatan media digital diakui Dira, pemilik 'Matcha Forest' di Bangka. Menurutnya, mayoritas pelanggan kini terbiasa berbelanja melalui sistem daring, baik melalui media sosial maupun platform marketplace.

"Sekarang pelanggan apa-apa maunya daring. Jadi kita sebagai pelaku usaha harus menyesuaikan diri," ujarnya.

Ia menambahkan, berjualan secara digital memberikan banyak keuntungan, terutama dari sisi efisiensi biaya. Tanpa harus memiliki toko fisik, pelaku usaha tetap bisa memasarkan produk secara luas.

"Selain mudah dijangkau, juga lebih hemat biaya. Tanpa sewa tempat pun kita sudah bisa berjualan dan menjangkau lebih banyak konsumen," ungkap Dira.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....