Satu Tahun Roti Kucing, Kuliner Lokal dari Kawasan Hutan Kota Sungailiat

  • 22 Jul 2026 00:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Di tengah suasana asri kawasan Hutan Kota Sungailiat, hadir sebuah usaha roti lokal bernama Roti Kucing. Usaha yang sudah berjalan satu tahun ini milik Yesi Indriani Gustira.

Keunikan Roti Kucing terletak pada penggunaan ragi alami atau sourdough (adonan asam) yang dibuat dan dirawat sendiri. Proses fermentasi alami inilah yang menghasilkan tekstur roti lembut, aroma khas, dan cita rasa berbeda dari roti pada umumnya.

“Pertama, roti ini sourdough. Ragi yang kita pelihara sendiri. Setiap hari kita harus kasih makan, biar ia hidup. Bukan ragi instan pada umumnya. Itu yang membedakannya. Prosesnya lebih healthy karena sourdough dan ada beberapa varian. Jadi lebih aman untuk dicerna lambung,” kata Yesi.

Nama “Roti Kucing” juga memiliki cerita unik. Nama tersebut terinspirasi dari proses scoring, yaitu sayatan pada permukaan adonan sebelum dipanggang. Bentuk sayatan itu menyerupai cakaran kucing.

“Pas lagi booming tentang sourdough, itu aku belajar, sengaja ngambil kelas untuk mengasah lagi. Karena sourdough ini beda. Nah dari situ saya langsung coba untuk produksi di sini, karena saya melihat potensi penjualan di sini untuk perotian cukup lumayan, daya belinya kuat,” ujar Yesi.

Dalam proses pembuatannya, setiap roti melalui beberapa tahapan. Dimulai dari penimbangan bahan, pencampuran adonan, lalu diistirahatkan sekitar 20 menit. Setelah itu adonan dibagi seberat 80 gram per dough, di-rounding, lalu diistirahatkan lagi 20 menit pada tahap intermediate proofing.

Tahap berikutnya shaping atau pembentukan adonan sekaligus pemberian isian sesuai varian rasa. Setelah dibentuk, adonan menjalani final proofing selama 1 hingga 1,5 jam sebelum dipanggang selama 10 hingga 20 menit.

Roti Kucing menghadirkan beberapa pilihan varian dengan harga yang sama. Di antaranya cranberry cream cheese, chocolate cheese, double choco, dan beef smoked beef parmesan.

Selain dijual langsung di outlet Maca Forest Sungailiat, Roti Kucing juga dipasarkan melalui beberapa mitra coffee shop di Bangka.

Salbila, salah seorang pembeli, mengaku menyukai produk ini.

“Rasa rotinya crunchy, terus dalamnya lembut, terus harganya juga terjangkau. Dan suasananya makan di sini sejuk, adem, bikin tenang. Saya memilih rasa coklat dan itu kesukaan saya. Rasa coklatnya premium dan enak,” katanya.

Melalui inovasi produk, proses pembuatan yang teliti, serta lokasi yang nyaman, Roti Kucing menjadi salah satu contoh UMKM lokal yang terus berkembang dan menghadirkan pilihan kuliner khas bagi masyarakat Bangka. (Sumber: Irwan/RRI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....