Transaksi pada BEKISAH 2026 Meningkat 75 persen

  • 27 Apr 2026 12:20 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • BEKISAH BI Bangka Belitung

RRI.CO.ID. Pangkalpinang- Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) 2026 di Masjid Agung Kubah Timah, Pangkalpinang mencatatkan nilai transaksi lebih sebesar Rp219 juta dengan 52 stand UMKM. Angka itu meningkat 75 persen dari BEKISAH 2025.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bangka Belitung, Romyy S Tamawiwy mengatakan, dengan semangat kolaborasi dan komitmen berkelanjutan, BEKISAH 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam menggerakkan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan umat, khususnya di Provinsi Bangka Belitung.

“Semangat BEKISAH tentunya diharapkan tidak padam seiring berakhirnya rangkaian kegiatan, namun dapat selalu mewarnai setiap langkah pemerintah, mitra strategis maupun masyarakat pada umumnya dalam upaya membumikan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Bumi Serumpun Sebalai,” kata Rommy, dalam keterangan, Senin 27 April 2026.

Selain itu, pada BEKISAH 2026 peluncuran program Wakaf Digital Bangka Belitung melalui platform satuwakaf membuka babak baru dalam upayainovasi wakaf produktif, dimana pada tahun ini programwakaf dilakukan atas dasar kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta inisiatif untuk turut serta berkontribusi terhadap pengelolaan sampah, yakni melalui wakaf waste box.

Gerakan ini telah dimulai sejak pelaksanaan pra kegiatan BEKISAH di bulan Februari 2026 lalu, dan hingga hari ini telah terkumpul dana wakaf sebesar Rp23 juta dari seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi menjadi wakif.

“Hal ini juga membuktikan bahwa keuangan sosial dapat berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan, dan diharapkan semakin membuka awareness serta kesadaran masyarakat bahwa berwakaf dapat dilakukan oleh siapapun dan mulai dari hal sekecil apapun,” katanya.

Salah satu pelaku UMKM di BEKISAH 2026, Ayu mengatakan, kegiatan ini sangat membantu para pengusaha kecil dalam memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.

Ayu yang telah mengantongi sertifikasi halal untuk produk mereka, menekankan betapa pentingnya aspek legalitas dan syariah bagi kepercayaan konsumen. Menurutnya, label halal memberikan jaminan keamanan konsumsi, khususnya bagi masyarakat muslim.

“Kalau sudah halal, orang muslim kan makannya enak, jadi tidak ragu-ragu lagi. Jelas lebih menguntungkan bagi kami pelaku usaha,” ujar Ayu.

Partisipasi dalam ajang BEKISAH bukan sekedar berjualan, namun juga menjadi sarana komunikasi dan interaksi antar pelaku usaha. Ayu mengaku terbantu dengan adanya keramaian yang diciptakan oleh kegiatan berskala regional ini.

“Alhamdulillah bagus sekali untuk kemajuan UMKM. Ada masukan tambahan, suasana jadi ramai, dan kami bisa saling berkomunikasi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....