Diskop UKM Babel Kejar Target 5.918 Sertifikasi Halal

  • 16 Apr 2026 18:39 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • UMKM halal di Babel

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memacu capaian sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di wilayahnya. Hal ini dilakukan guna menyambut mandatori halal yang akan diberlakukan secara penuh pada tahun 2026.

Plt Kepala Diskop UKM Babel, Riza Aryani, mengatakan, pihaknya mendapatkan kuota sebanyak 5.918 sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga saat ini, progres capaian telah menyentuh angka lebih dari 1.000 sertifikat.

"Tahun ini kita targetkan 5.918 sertifikat. Saat ini sudah tercapai 1.000 lebih. Kami juga baru saja menyelesaikan kerja sama dengan Bank Indonesia untuk 625 sertifikat self-declare yang progresnya sudah bisa dikatakan tuntas 100 persen," ujar Riza.

Riza menjelaskan, batas waktu (deadline) untuk kuota khusus ini adalah hingga Mei 2026. Jika lewat dari bulan tersebut, kuota yang tersisa bersifat bebas dan dapat diambil oleh pelaku usaha dari provinsi lain, seperti Sumatera Selatan.

Untuk mengejar target tersebut, Diskop UKM Babel bersinergi dengan para pendamping halal, termasuk dari IAIN SAS Bangka Belitung.

"Kami dorong para pendamping untuk bekerja cepat. Meskipun ada kendala keterbatasan jumlah pendamping di kabupaten-kabupaten, kami optimis minimal 60 hingga 70 persen dari target 5.918 itu bisa tercapai dalam waktu dekat," ucapnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong percepatan sertifikasi halal dari sektor kuliner termasuk wastra (kain tradisional) melalui melalui gelaran Bangka Belitung Ekonomi Keuangan Syariah (Bekisah).

Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, mengatakan, penguatan ekonomi syariah adalah kunci bagi kemajuan daerah, terutama dalam mendukung sektor pariwisata berbasis halal di Bangka Belitung.

Menghadapi tenggat waktu wajib halal, BI Babel bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh UMKM binaan memiliki sertifikat halal. Strategi yang dilakukan mencakup seluruh mata rantai produksi, termasuk penguatan sektor hulu.

“Produk makanan sampai ke wastra berbasih halal terus kita dorong, kita terkenal daerah pariwisata kita dorong pariwisata berbasis halal, sehingga ini jadi konsen kita di BI sertifkasi halal itu terus kita dorong kami sinergi dengan pemda terus mendorong ini sehingga halal ini sehingga muncul umkm punya setifikasi halal, di Oktober kita ada wajib halal,” kata Rommy, Senin 6 April 2026

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....