Buaya Jadi Tantangan Usaha Kerajinan Lidi Nipah

  • 10 Apr 2026 20:43 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Salah satu usaha kerajinan Bangka Belitung, yang telah berhasil dipasarkan ke luar negeri adalah kerajinan lidi nipah 'Deshanda Craft' milik Eva Deswanti. Usaha kerajinan yang ditekuni Eva dari rumah sejak 2019, memasarkan ragam kerajinan seperti wadah pakaian, kotak tisu, alas meja, tudung saji, dan aneka kerajinan lainnya.

Usaha yang beralamatkan di Desa Kace Timur, Mendo Barat, Kabupaten Bangka itu, hingga saat ini masih harus menghadapi salah satu tantangan. Tantangannya adalah keberadaan buaya di kawasan muara sungai dan hutan bakau, yang merupakan tempat tumbuhnya pohon nipah.

Buaya yang hidup di perairan muara, membuat warga yang ditawari untuk menjadi pemasok lidi nipah menjadi ragu, karena khawatir diserang reptil buas tersebut. Hingga saat ini usaha milik Eva hanya mengambil lidi nipah dari satu daerah saja, yakni desa Kota Kapur, kecamatan Mendo Barat.

"Disana banyak buaya-buaya, ular berbisa, tenggelam setengah badan. Di lumpur itu sudah biasa buat yang ambil. Nah jadi mereka (pencari lidi nipah) memang sudah terlatih dan Alhamdulillah sehat selamat sampai sekarang," kata Eva, Jumat, 10 April 2026.

Buaya muara banyak hidup di kawasan perairan di Bangka Belitung (Ilustrasi foto : freepik.com)

Lebih lanjut, Eva mengatakan sudah pernah mencari pemasok lidi nipah dari daerah lain di Bangka, namun ditolak karena warga khawatir diserang buaya saat mengambil nipah.

"Pernah kami mencari ke Desa Baturusa, tetapi akhirnya batal karena warganya tidak berani," kata Eva.

Banyaknya buaya di wilayah perairan khususnya sungai dan muara, bukan kekhawatiran belaka. Manajer Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Fondation, Endy R. Yusuf, mengatakan, buaya di Bangka sering terlibat konflik dengan manusia.

"Berdasarkan basis data untuk serangan konflik buaya-buaya muara ini di seluruhnya dunia, dan kemudian Bangka Belitung memang salah satu yang tertinggi di dunia," kata Endy dalam program interaktif 'Opini Publik', Jumat 12 Februari 2026.

Meski harus menghadapi tantangan buaya, usaha kerajinan lidi nipah masih terus berproduksi hingga hari ini. Produk milik Deshanda Craft, telah dibawa ke Negara negara seperti Singapura, Uni Emirat Arab, Kamboja, India, Niger, Jepang, Tiongkok, hingga Jerman.

"Target kami ke depan bisa terus ekspor ke luar negeri, karena peluangnya tinggi," kata Eva.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....