Siasat Pengusaha UMKM Hadapi Harga Ikan Mahal untuk Produksi Sambalingkung

  • 29 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Di tengah lonjakan harga ikan saat ini, pelaku UMKM kuliner khas Bangka mulai memutar otak agar produksi tetap berjalan. Strategi penyimpanan bahan baku menjadi kunci utama bagi para pengusaha sambalingkung untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Dalam program UMKM Kite RRI Pro 4 Sungailiat, Ratih, seorang pengusaha sambalingkung, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengantisipasi kelangkaan ikan dengan melakukan stok bahan baku jauh hari sebelum Lebaran. Dengan membekukan ikan saat harga masih normal, ia mampu menjaga harga jual produknya tetap kompetitif.

"Beberapa hari sebelum Lebaran saya sudah membeli ikan sebagai bahan dasar sambalingkung. Kalau baru sekarang membeli, ikannya tidak ada. Kalaupun ada, harganya pasti tinggi," ujar Ratih, Minggu 29 Maret 2026.

Langkah ini terbukti efektif menekan biaya produksi. Saat ini, Ratih tetap menjual sambalingkung produksinya seharga Rp125.000,00 per kilogram. Harga yang stabil ini menarik minat banyak pelanggan, khususnya mereka yang mencari stok lauk tahan lama untuk bekal anak di pesantren maupun oleh-oleh bagi pemudik yang akan balik ke Jakarta.

Keberadaan sambalingkung dengan harga stabil ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Ibrahim, salah satu pendengar setia RRI Pro 4 asal Bangka Tengah yang bergabung dalam acara tersebut, mengaku sangat terbantu dengan adanya stok kuliner lokal yang terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.

"Sambalingkung ini rasanya khas Bangka sekali dan awet buat dibawa jauh. Senang dengar harganya tidak naik, jadi bisa beli banyak untuk stok di rumah dan kiriman buat keluarga di luar pulau," ujar Ibrahim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....