Promosi Ekspor Produk Unggulan Babel ke Negara Meksiko
- 13 Feb 2026 12:42 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menyelenggarakan Business Pitching guna mempromosikan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional, dengan negara tujuan Meksiko, di ruang Disperindag Babel, Kamis 12 Februari 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Perdagangan Ekspor Disperindag Babel, Agus Setyo Rini mengharapkan, kegiatan Business Pitching dengan menjelaskan beragam keunggulan produk asal Provinsi Bangka Belitung akan membawa produk masuk ke retail Mexico.
“Business pitching hari ini menghadirkan produk-produk dengan keunggulan atau keunikan tersendiri dan belum dikenal khususnya di negara tujuan Mexico,” kata Agus Setyo Rini melalui rilisnya kepada RRI, Jumat 13 Februari 2026.
Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI, menghadirkan langsung Kepala ITPC Mexico City Leonardo Silaban beserta anggotanya yaitu Yanto Nawir dan Rini bersama pengusaha UMKM Babel produk yaitu Sago Mee, Kripik Cumi Nina, Billiton Spice (lada), Madu Trigona Kelompok Tani Laskar Misela dari Kabupaten Belitung Timur.
“Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) merupakan lembaga teknis dibawah Kemendag RI, yang bertugas mempromosikan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional, menjembatani pelaku usaha serta memfasilitasi hubungan dagang dengan negara mitra dalam berbagai bentuk kegiatan. Saat ini, ITPC dibawah Kemendag tersebar di 19 negara di dunia,” ujar Kepala ITPC Mexico City Leonardo Silaban.
Menurutnya, Mexico adalah negara dengan kemampuan ekonomi terbesar ke-15 di dunia dengan PDRB USD 1,41 Trilyun sehingga memiliki daya beli yang relatif tinggi. Dengan 129 juta penduduknya dimana tercatat 104,1 juta merupakan pengguna internet membuka peluang e-commerce.
“Mexico merupakan pintu masuk eksportir ke Amerika berpeluang untuk produk furniture, home decor, F & B, handycraft, wig & eyelash, glassware, essential oli, kopi luwak, avocado oil, dan lainnya. Kepabean Mexico sangat ketat dalam penerapan standarisasi produk, untuk HS code komoditas ekspor Mexico menerapkan HS 10 digit,” ucapnya.
“Selain itu, tantangan dan hambatan produk Indonesia masuk Mexico antara lain : biaya logistik, belum adanya perjanjian dagang sehingga berakibat bea masuk tinggi, kemiripan produknya dengan Indonesia, minimnya kontak dengan pelaku usaha/calon buyer karena Bahasa,” ujarnya.
Senada, Rini Anggota ITPC mengatakan, bahwa untuk produk Sago mee, “Mexico punya demand yang tinggi dampak dari K-POP dan drama korea yang mewarnai cita rasa makanan di Mexico, pemasok mie yang ada adalah Korea dan Jepang sehingga ada angin segar.
“Apalagi sertifikasi keamanan pangan sudah dimiliki tinggal promosi untuk invetigasi terus calon buyer Mexico,” ujar Rini .
Pada kesempatan tersebut, seluruh pelaku usaha asal Bangka Belitung mempresentasikan produknya, misalnya saja Tani Laskar Misela dengan produk madu TRIGONA menyampaikan keunggulan madunya dimana madu Misela adalah hasil budidaya lebah dengan standar kualitas pengolahan yang baik dan konsep peduli lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....