Khawatirkan Elpiji Sulit, Jualan Kuliner Terancam Berhenti
- 11 Feb 2026 22:23 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sebagian pelaku usaha mikro kuliner diliputi kekhawatiran terhadap kesinambungan usahanya. Masih dirasa kurang stabilnya pemerataan stok Elpiji 3 kg menjadi alasan mereka.
Kekhawatiran itu di antaranya dirasakan pemilik Rumah Makan Indowarteg Leni yang mangkal di sekitar lingkungan Cokro Sungailiat Kabupaten Bangka. Bahkan ketiadaan gas Elpiji sempat ia rasakan sehingga usahanya itu tutup sementara.
Kekurangstabilan persediaan gas itu membuat ia khawatir. Jika pun Elpiji 3 kg ada, namun harganya sempat mencapai Rp50 ribu pertabung, sedangkan normalnya; Rp15.000-Rp20.000 per tabubg Bila dipaksakan maka usahanya itu akan merugi.
"Kalau pun ada, gas 3 kg harganya sangat mahal," ujar Leni, Selasa, 10 Februari 2026.
Meski begitu, ia mencoba berjualan dengan menggunakan sementara waktu gas tabung 12 kg. Hal itu ia lakukan agar para pelanggannya tidak hilang dan mencoba mencari peruntungan.
Sementara seorang pelanggan Selvi merasakan hal serupa. Untuk memenuhui pakan dan lauk pauknya, ia pun sementara waktu mengeluarkan uangnya dengan membeli masakan yang ada di warung atau rumah makan.
"Kawa ku masak dak de gas mahal bener biasa ge ku beli 20-an ne pacak 50, along ku meli pemaken" (Mau masak tidak ada gas, mahal benar, biasanya beli Rp20 ribuan sekarang sampai Rp50 ribu, lebik baik membeli makanan)," kata Selvi. (Diaz/Inpalas)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....