Warga Bangka Masih Kesulitan Dapatkan Elpiji 3 Kilogram

  • 27 Jan 2026 19:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bangka mengeluhkan masih sulitnya mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram saat ini. Kondisi ini dirasakan masyarakat hampir 3 pekan terakhir dan berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.

Keluhan itu disampaikan warga yang juga pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bangka Supardi. "Masih susah gas elpiji, kita aja beli harganya Rp35 ribu - Rp40 ribu, belinya sama orang, ada yang nawarin, nganter ke warung," kata Supardi kepada RRI, Selasa 27 Januari 2026.

Diakui, dirinya tidak dapat membeli di pangkalan gas, lantaran selalu kehabisan sehingga tidak kebagian.

"Info di Pangkalan, pasokan gas hanya sedikit, pasokan berkurang dari jumlah biasanya, jadi keduluan rebutan orang gak kebagian kita, orang mau jualan gimana kalau gak ada gas," ujarnya.

Tidak hanya di Kabupaten Bangka, kelangkaan gas juga masih terjadi di Kota Pangkalpinang. "Masih sulit gas, di warung - warung juga gak ada, saya beli sampai ke Sungailiat, tempat kakak," ucap Sukri.

Untuk berdagang, diakui Sukri, gas menjadi kebutuhan utama, apalagi pihaknya termasuk pelaku usaha kecil. "Mau beli gas yang 12 kilogram, mahal Rp250 ribu," katanya.

Kelangkaan elpiji bersubsidi ini diduga dipicu oleh tingginya permintaan, tidak seimbangnya distribusi, serta masih adanya penggunaan elpiji 3 kilogram oleh pihak yang seharusnya tidak berhak. Akibatnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengawasan distribusi hingga penertiban penyaluran elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran. Mereka juga meminta adanya penambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pihak terkait diharapkan dapat memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat kecil tidak terus dirugikan dan kebutuhan dasar rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....