Ekspor Timah dan Kelapa Sawit Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung
- 25 Jul 2026 11:36 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Sektor pertambangan timah dan perkebunan kelapa sawit terus menjadi penopang utama kinerja ekspor sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Meski sempat mengalami tren negatif pada periode sebelumnya, penerimaan dari sektor komoditas unggulan ini mencatatkan lonjakan signifikan pada tahun ini.
Kepala Direktorat Jendral Pajak (DJP) Bangka, Ika Retnaningtyas, mengatakan, lonjakan pertumbuhan sektor penerimaan tahun ini dipicu oleh efek pemulihan dari nilai pertumbuhan yang sempat minus di tahun lalu.
"Tahun ini tumbuhnya memang sangat tinggi mencapai 64 persen. Lonjakan tinggi ini terjadi salah satunya karena tahun lalu kita tumbuh negatif. Namun dari sisi kontribusi, sektor ini menyumbang sekitar 15%," kata Ika, Jumat 24 Juli 2026.
Ika memaparkan, berdasarkan substansi data komoditas, kelapa sawit menjadi salah satu penopang penerimaan sektor pajak yang melaju tinggi, melengkapi performa ekspor komoditas utama daerah.
Sementara, Ahli Pertama Pemeriksaan Bea dan Cukai Pangkalpinang, Agung Hermawan, mengatakan struktur ekspor Provinsi Bangka Belitung secara statistik masih didominasi penuh oleh timah batangan.
“Secara akumulatif, nilai ekspor daerah telah menyentuh angka 183,51 juta USD, di mana timah batangan memegang porsi dominan hingga 86,59 persen atau setara 863,23 juta USD,” ucap Agung.
Bea Cukai menekankan pentingnya menjaga iklim perdagangan bebas ilegal untuk memastikan penerimaan negara tetap optimal dengan emastikan seluruh aktivitas perdagangan luar negeri sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu ekspor yang legal dan tercatat resmi akan langsung memperkuat cadangan devisa serta mendorong optimisme komunikasi dan pembangunan ekonomi daerah.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Bangka Belitung, M. Mufti Arkan, mengatakan sektor pertambangan dan pertanian/perkebunan, diikuti sektor transportasi dan logistik (MKL serta ekspedisi ekspor), merupakan tulang punggung ekonomi Bangka Belitung. Kenaikan harga timah di pasar global secara otomatis menggenjot pendapatan ekspor daerah.
Mufti menjelaskan Perlakuan Pajak Ekspor (PPA) saat timah diekspor, tarif PPh/PPN yang dikenakan adalah 0 persen, sehingga kontribusi angka riilnya tidak langsung muncul sebagai penerimaan pajak domestik dalam jumlah besar.
“Meski secara nominal terlihat berbeda di pencatatan pajak, sektor pertambangan timah di ranah perpajakan sebenarnya tetap mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni berada di kisaran 64 persen,” kata Mufti.
Sinergi antara tingginya harga komoditas timah dunia dan pulihnya industri kelapa sawit menjadi modal kuat bagi Bangka Belitung untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengawal dan memudahkan aktivitas ekspor legal demi kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....