Karantina Babel Pacu Akselerasi Ekspor Udang lewat Penerapan Biosekuriti

  • 29 Mei 2026 17:15 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) terus mendorong percepatan ekspor udang dengan memperkuat penerapan biosekuriti dalam budidaya dan pengelolaan produk perikanan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Karantina Babel, Herwintarti, saat menghadiri kegiatan bersama para pelaku usaha hatchery atau pembenihan udang berskala besar, dalam rilis yang diterima RRI, Jumat, 29 Mei 2026.

Herwintarti mengatakan, penerapan biosekuriti menjadi langkah penting guna menjaga kualitas udang sekaligus mencegah penggunaan bahan berbahaya yang dapat memengaruhi mutu produk ekspor.

“Melihat gejolak yang sempat terjadi terhadap udang ekspor dari Indonesia, maka diharapkan penerapan biosekuriti ini dapat meminimalisir atau menghilangkan penggunaan bahan yang tidak seharusnya dan kontaminasi bahan berbahaya pada udang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Karantina Babel juga memaparkan data lalu lintas udang vannamei yang keluar dari Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 28.805 ton dengan nilai ekonomis sekitar Rp1,5 triliun.

Sementara pada triwulan pertama 2026, tercatat sebanyak 8.702 ton udang vannamei telah dilalulintaskan dan disertifikasi melalui pintu keluar masuk yang ditetapkan dengan nilai ekonomis mencapai Rp471 miliar.

Berdasarkan analisis tim teknis Karantina Babel, lalu lintas pengeluaran udang vannamei diperkirakan terus meningkat seiring mulai terbukanya kembali pasar global terhadap produk perikanan Indonesia, khususnya udang vannamei.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Bangka Belitung untuk terus meningkatkan produksi tambak dan memperkuat budidaya udang berbasis kawasan serta biosekuriti.

Herwintarti menegaskan, peningkatan kualitas udang asal Bangka Belitung harus menjadi perhatian bersama agar produk perikanan daerah mampu bersaing di pasar internasional secara berkelanjutan.

“Momentum terbukanya pasar global ini harus dimanfaatkan dengan memperkuat budidaya berbasis biosekuriti sehingga hilirisasi terintegrasi produk udang dalam mendorong Go Ekspor dapat terus berjalan,” katanya.

Ia juga memastikan Karantina Babel siap mengawal dan menjamin kesehatan serta mutu produk udang yang dilalulintaskan agar tetap memenuhi standar ekspor dan diterima pasar global.

“Dukungan balai karantina terhadap produk ekspor Babel ini menjadi motivasi bagi pengusaha agar dapat mengembangkan perikanannya sehingga lebih banyak hasil produksi,” kata Plt. Sekda Bangka Asep Setiawan.

Sekarang ini, menurutnya, banyak pengusaha yang telah mengembangkan budidaya udang, dengan harapan bisa memberikan dampak baik pula bagi masyarakat dan ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....