Era Digital Berkembang, Duta Guru BI Ingatkan Rawat Uang Fisik
- 01 Jun 2026 11:36 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Perkembangan era pembayaran digital kerap membuat generasi muda abai akan keberadaan fisik uang tunai. Seorang pendengar bernama James turut mempertanyakan langkah nyata mempertahankan kepedulian tersebut.
"Bagaimana Bank Indonesia memastikan generasi muda tetap peduli terhadap penggunaan dan perawatan uang fisik?" tanya James dalam kolom live chat YouTube RRI Sungailiat pada Selasa, 30 Mei 2026.
Menjawab hal itu, Bank Indonesia terus mengedukasi masyarakat untuk merawat fisik uang rupiah secara tepat. Gerakan menjaga marwah mata uang negara ini dikenal dengan istilah prinsip 5J.
"Kita merawat rupiah dengan menjaga marwahnya itu menggunakan prinsip 5J," ujar narasumber, Esa Sri Fatmawati selaku Juara II Duta Guru Cinta Bangga Paham Rupiah Bank Indonesia.
Esa menjelaskan bahwa prinsip tersebut berisi larangan tegas dalam memperlakukan fisik uang kertas. Masyarakat diharapkan tidak lagi melipat, merobek, ataupun meremas lembaran uang saat menyimpannya.
"Merawatnya itu jangan dilipat, jangan dirobek, dan juga jangan diremas," ungkap Duta Guru Bank Indonesia tersebut dalam program Sore Ceria berjaringan Belajasumba.
Selain itu, uang kertas juga dilarang keras untuk dibasahi apalagi dicuci dan disetrika. Larangan kelima adalah tidak boleh menstaples uang saat sedang membagikan anggaran belanja bulanan.
"Sederhana bukan, tapi nyatanya memang masih banyak masyarakat yang keliru," tambah Esa menyoroti fenomena tersebut.
Penggunaan dompet berukuran panjang sangat dianjurkan sebagai solusi utama pencegahan kerusakan fisik uang. Tempat penyimpanan itu membantu menjaga bentuk lembaran rupiah agar tetap utuh dan rapi.
"Baiknya kita menggunakan dompet yang panjang agar uang tersebut tidak perlu dilipat," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....