Ekonomi Babel Tumbuh Konsumsi Rumah Tangga Tetap Dominan

  • 05 Mei 2026 15:59 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID.Sungailiat- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis data terbaru yang menunjukkan perekonomian daerah pada Triwulan I 2026 tumbuh 4,53 persen secara tahunan (year-on-year).

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, saat rilis data ekonomi Triwulan I 2026 di Pangkalpinang, Selasa (5/5/2026)

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengatakan pasar kerja menunjukkan penguatan dan perbaikan ketimpangan gender terjadi pada seluruh indikator pembentuknya.

“Pasar kerja menunjukkan penguatan dan perbaikan ketimpangan gender terjadi pada semua indikator pembentuknya,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa, 5 Mei 2026.

Meski tumbuh secara tahunan, secara triwulanan (q-to-q) laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangka Belitung terkontraksi sebesar 3,88 persen, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,87 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 39,46 persen. Disusul jasa perusahaan sebesar 15,95 persen dan transportasi serta pergudangan sebesar 12,22 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh maraknya usaha warung makan dan kopi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, meningkatnya aktivitas perjalanan umroh dan mobilitas masyarakat saat Idul Fitri turut mendorong kinerja sektor jasa.

Di sisi lain, industri pengolahan sebagai kontributor utama justru mengalami kontraksi sebesar 0,59 persen. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tumbuh positif sebesar 2,87 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan pertumbuhan 3,88 persen dan kontribusi terbesar terhadap PDRB sebesar 53,07 persen. Komponen ekspor barang dan jasa menyumbang 39,90 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 22,41 persen.

Adapun komponen impor yang menjadi pengurang PDRB tercatat sebesar 23,47 persen. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah yang meningkat 14,58 persen, didorong oleh penyaluran program MBG, pencairan THR bagi ASN dan non-ASN, serta pembayaran gaji PPPK.

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah masyarakat mengaku merasakan adanya peningkatan aktivitas ekonomi, terutama pada momen Ramadan dan Idul Fitri.

“Kalau Lebaran kemarin memang terasa lebih ramai, pembeli di warung juga meningkat,” ujar Rina, pelaku usaha kecil di Pangkalpinang.

Hal serupa disampaikan Andi, warga Sungailiat, yang menilai tingginya konsumsi masyarakat turut membantu perputaran ekonomi daerah. “Pengeluaran memang bertambah, tapi usaha kecil jadi lebih hidup,” katanya.

Secara struktur, perekonomian Bangka Belitung masih didominasi oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 22,05 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,33 persen, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi kendaraan sebesar 15,58 persen. Ketiga sektor tersebut secara bersama menyumbang 57,96 persen terhadap total perekonomian daerah.

Dengan kondisi tersebut, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung ke depan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan dukungan program pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....