Ekspor Daun Manggis Kering Babel Bernilai Rp146 Juta

  • 06 Jul 2026 11:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Ekspor daun manggis kering asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bernilai sekitar Rp146 juta. Ekspor produk dengan negara tujuan Inggris ini, menjadi peluang baru bagi pelaku usaha di Babel untuk mengembangkan komoditas nonkonvensional yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing di pasar internasional.

Dikatakan Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, keberhasilan ekspor menunjukkan adanya potensi besar dari komoditas lokal yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.

“Ekspor ini menjadi peluang bagi pelaku usaha di Bangka Belitung untuk terus berinovasi dan memperluas pasar. Kami berharap semakin banyak komoditas unggulan daerah yang mampu menembus pasar internasional dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat," ucapnya dalam rilis yang diterima RRI, Senin, 6 Juli 2026.

Pemerintah dan para pelaku usaha diharapkan Herwintarti, dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

Dengan capaian ini, daun manggis kering dari Bangka Belitung diharapkan dapat menjadi salah satu produk andalan baru yang memperluas jangkauan ekspor Indonesia di masa mendatang.

Pada pengiriman kali ini, Barantin Babel mencatat sebanyak 2.935 kilogram daun manggis kering asal Pangkalpinang yang dikirimkan ke Inggris, setelah dinyatakan memenuhi seluruh ketentuan, dengan penerbitan Phytosanitary Certificate sebagai dokumen resmi yang menjadi syarat ekspor.

Pelaku Usaha Babel Eva menuturkan, capaian ekspor daun manggis Babel, penyumbang bukti produk hasil hutan bukan kayu dari daerah yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional, meskipun selama ini masih sering dipandang sebagai komoditas sampingan.

“Memang tidak banyak yang tau manfaat daun manggis, padahal dengan daun manggis memiliki banyak manfaat, terutama untuk kebutuhan bahan baku industri herbal, akuarium, hingga produk kesehatan,” ujar Eva.

Dia berharap, peluang ini juga dapat dibagi dengan pelaku usaha atau warga lain yang ada di Babel agar dapat ikut menikmati manfaat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....