Pemprov Inisiasi Lada dan Essensial Oil Babel tembus Pasar Peru

  • 10 Jun 2026 18:48 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menginisiasi kegiatan Business Pitching guna memperkenalkan produk pelaku usaha berupa lada dan essensial Oil ke pasar global. Pasar global yang dituju yakni Negara Peru.

Kegiatan yang diinisiasi Disperindag Babel serta difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima Peru, di Kantor Disperindag Babel, Rabu 10 Juni 2026 pagi.

Dalam pertemuan tersebut, KBRI V Peru, Wahid Fairus Azis sebagai Counsellor Fungsi Ekonomi menjelaskan, bahwa potensi ekspor produk merica (lada) dan essensial oil Indonesia ke Peru sangat tinggi.

Oleh sebab itu, ada peluang besar bagi produk UMKM Babel terutama lada dan essensial Oil untuk dipasarkan ke negara tersebut, mengingat Peru dan Indonesia telah memiliki hubungan dan perjanjian bilateral, didukung oleh perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif CEPA (2025), sehingga nilai perdagangan Indonesia ke Peru dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Peru mengimpor merica senilai 10,32 juta USD pada tahun 2025, melalui 20 importir lada yang diperkirakan kebutuhannya akan terus meningkat mengingat promosi dan perkembangan kuliner di salah satu negara Amerika Selatan dengan potensi penduduk sekitar 34,6 juta jiwa itu terus memiliki pangsa pasar yang luas,” kata Wahid

Oleh karena itu, peran KBRI Lima Peru, dalam memfasilitasi promosi produk unggulan Indonesia antara lain berupa keikutsertaan aktif dalam 10 tahun terakhir pada expo makan minum terbesar di Peru yakni EXPOALIMENTARIA.

“Peru juga mengimpor essensial oil senilai 1,8 juta USD pada tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhannya. Indonesia adalah negara importir terbesar ke 7 bagi Peru pada tahun 2025. Tahun 2026 akan terselenggara pada 23-25 September, di Lima_Perudimana KBRI menyiapkan free : booth, akomodasi, konsumsi, transport lokal dan penterjemah yang terbatas dan saat ini masih ada peluang ketersediaan booth,” ucapnya.

Sementara perwakilan dari kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Ketrin Triwidiastuty menjelaskan, ada poin yang menjadi pertimbangan ekspor lada atau rempah ke Peru, yaitu penanganan penyimpanan khusus untuk lada, harus menjadi perhatian yakni masa expirednya, karena perjalanannya yang sangat jauh.

“Untuk produk makro jaya yang dibutuhkan adalah mencari distributor yang memiliki merek dagang setempat,” ujar Ketrin.

Hal senada disampikan oleh perwakilan Kemenlu Dadang Rahmat, bahwa jika ingin memasarkan produk lada asal Babel, pihak KBRI harus memberikan informasi secara detail, tentang keunggulan produknya.

“Mengingat saingan yang sudah memasok kebutuhan merica atau essensial oil di Peru, sebagai bahan pertimbangan calon eksportir yang akan masuk,” ujar Dadang.

Menangapi hal itu, Kabid Sarana Perdagangan dan Pengembangan Eskpor Disperindag Babel Agus Setia Rini, menjelaskan kegiatan business pitching yang dilakukan pihaknya untuk memperkenalkan produk pelaku usaha karena ada peluang besar produk UMKM Babel masuk ke Peru.

“Pada business pitching via zooming kali ini, guna mendukung informasi peluang pasar calon eksportir adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima Peru dan Setditjen Kemlu,” katanya.

Oleh sebab itu, ketika ada agenda business pitching dengan Peru, pihaknya langsung menginventarisir dan menyampaikan usulan pengusaha UMKM yang sudah punya pengalaman ekspor dan yang potensial ekspor.

PT Makro Jaya Lestari sudah jadi pionir eksportir lada untuk asia dan eropa sejak dulu, Billiton Spice dengan terobosan produk juga telah rutin di market Hongkong hingga Belanda dan Cultivia menjadi produk siap ekspor dengan produk unggulannya.

Ia berharap, KBRI Peru, Kemenlu dan Kemendag melalui program yang dijalankannya, dapat memberikan dukungan untuk peluang produk UMKM Babel ke Peru, terlepas saat ini yang banyak jadi pertimbangan adalah logistik (terutama transportasi) dalam proses ekspor produk.

“Pengusaha UMKM juga diharapkan dapat terus melakukan koordinasi yang intensif untuk mengupdate informasinya,” ucap Agus Setio Rini. (Humas Disperindag Babel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....