Tujuh Perusahaan Ajukan Instalasi Karantina Tumbuhan di Babel

  • 13 Mei 2026 15:32 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) menerima tujuh perusahaan yang tengah mengajukan penetapan Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) atau Tempat Lain.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti mengatakan, dengan pengajuan itu menunjukkan meningkatnya minat pelaku usaha di Kepulauan Bangka Belitung mendukung tata kelola ekspor yang lebih tertib dan efisien.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan karantina sekaligus percepatan proses ekspor komoditas unggulan daerah.

“Untuk mendukung peningkatan layanan karantina dan percepatan ekspor di wilayah kerja Karantina Babel, kami menargetkan penetapan Instalasi Karantina Tumbuhan atau Tempat Lain pada tahun 2026 sebanyak 15 perusahaan,” ujarnya dalam laporan yang diterima RRI, Rabu, 13 Mei 2026.

Saat ini, kata Herwintarti, sebanyak enam Tempat Lain telah teregister dan tiga perusahaan lainnya telah menjadi calon Instalasi Karantina Tumbuhan. Sementara tujuh perusahaan masih dalam proses pengajuan.

“Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dalam mendukung tata kelola ekspor yang lebih tertib, cepat, dan efisien,” kata dia.

Menurut Herwintarti, keberadaan Instalasi Karantina Tumbuhan sangat penting untuk mendukung kelancaran ekspor komoditas asal Bangka Belitung, termasuk Palm Kernel Expeller (PKE) asal Belitung yang saat ini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Ia berharap peningkatan fasilitas dan layanan karantina tersebut mampu memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan lancarnya ekspor komoditas daerah, diharapkan nilai tambah produk perkebunan semakin meningkat dan sektor ekspor di Belitung terus berkembang,” katanya.

Pelaku UMKM Babel Eva memberikan apresiasi adanya produk Babel yang bisa go internasional.

“Kami juga masih terus melakukan upaya pengembangan lidi nipah yang menjadi produk lokal daerah Babel,” ucap Eva.

Pihaknya berharap dengan dukungan semua pihak, pemasaran produk ekspor Babel dapat meningkat setiap tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....