Ada Penolakan Pengurus KIP Laut Matras, Kelurahan Fasilitasi Mediasi Lanjutan
- 12 Mei 2026 13:38 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Kelurahan Matras gelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pembina Panitia Penerimaan dan Pembongkaran Pasir Timah Kapal Isap Produksi (KIP) IUP PT Timah Tbk, di wilayah Laut Matras, berlangsung di Kantor Kelurahan Matras, Selasa, 12 Mei 2026 Timah Tbk di wilayah Laut Matras.
Pertemuan ini sebagai tindak lanjut pernyataan sikap warga Matras yang menolak atau tidak menyetujui pengurus lama Penerimaan dan Pembongkaran Pasir Timah Kapal Isap Produksi (KIP) IUP PT. Timah Tbk.
"Kita di sini hanya memfasilitasi saja bahwa ada tuntutan dari warga yang tidak menyetujui pengurusan lama penerimaan dan pembongkaran pasir timah KIP. Hasil pertemuan ini setelah menampung saran dari para pembina yang hadir maka akan dilakukan mediasi kembali antara kedua belah pihak," kata Lurah Matras, Hari Yulianto, kepada RRI, di ruang kerjanya.
Hari melanjutkan, dalam pertemuan yang akan datang seluruh pengurus dan warga yang menolak kepengurusan diharapkan hadir. Sehingga ditemukan solusi terbaik yang tidak hanya menguntungkan salah satu pihak.
"Kita ingin tidak ada masalah lagi di waktu mendatang, kita cari solusi terbaik seperti apa, makanya kita minta semua pihak hadir, sembari seluruh warga menjaga kondusifitas lingkungan kita," ujarnya.
Sementara, perwakilan warga yang menolak kepengurusan, Teguh, menegaskan jika warga menginginkan dibentuknya pengurus baru untuk Panitia Penerimaan dan Pembongkaran Pasir Timah Kapal Isap Produksi (KIP) IUP PT, di wilayah Laut Matras,
"Intinya warga ingin ada transparansi pengelolaan kegiatan dan informasi kepada warga. Lalu harus ada kejelasan pembagian kompensasi yang terakhir kali diterima masyarakat di tahun 2023 silam. Jadi kita minta pergantian pengurus yang lebih transparan, adil, dan akuntabel," ucap Teguh.
Sementara, Ketua Panitia Penerimaan dan Pembongkaran Pasir Timah Kapal Isap Produksi (KIP) IUP PT, di wilayah Laut Matras, Fit, hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi saat dikonfirmasi hal ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....