Bisnis Digital Kian Inovatif, Pilar Utama Ekonomi Global

  • 04 Jan 2025 11:59 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka : Bisnis digital terus mengalami perkembangan sangat pesat dan inovatif dewasa ini. Bahkan bisnis digital telah menjadi pilar utama dalam perekonomian global, mulai dari e-commerce hingga layanan digital, era ini telah membuka pintu bagi inovasi dan peluang tanpa batas bagi para pengusaha.

Dikatakan Vice President of Operation & Goverment Telkomsel Ventures, Kahfiya Hasbi, pihaknya saat ini sedang berupaya membangun ekosistem start up.

"Yang pertama tentu kita membantu ekosistem start up dari segi dana. Kita mempersiapkan dana untuk membantu bisnis-bisnis digital ini, tapi itu juga mereka harus membantu bisnisnya Telkomsel. Kalau di bidang pendidikan tinggi dan kesehatan, misalnya teman-teman familiar dengan yang namanya 'Halodoc', nah itu salah satu investasi Telkomsel Ventures dan dari pendidikan tinggi kita punya foundernya sekolah Cikal yang ada di Jakarta, itu internasional school, programnya mulai free school sampai mereka sudah lulus kuliah dan siap masuk dunia kerja. Peran Telkomsel venture yang berupaya membangun ekosistem tentu sangat besar. Kita juga mengembangkan aplikasi belajar online," kata Key, panggilannya, dalam dialog interaktif "Kans Bisnis Digital di Pendidikan Tinggi dan Kesehatan", di RRI PRO 1 Sungailiat, Sabtu (4/1/2025).

Bisnis digital sendiri didefinisikan sebagai bentuk bisnis yang menggunakan teknologi digital sebagai fondasi utama dalam operasi dan strateginya. Ini mencakup segala hal mulai dari penjualan produk dan layanan secara online, pemasaran digital, analisis data, hingga komunikasi dan interaksi dengan pelanggan melalui platform digital seperti situs web, aplikasi mobile, dan media sosial.

Dokter spesialis Penyakit Dalam yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung, dr Rosalin Yuniarti Ma'ruf, menyebut, jika seiring berkembangnya zaman, cara-cara konvensional dalam segala hal harus mulai ditinggalkan, termasuk dalam pendidikan tinggi.

"Jadi memang kita harus terbuka ya seiring berkembangnya zaman, berkembangnya teknologi apalagi dengan AI, kita tidak bisa terus dengan konvensional gitu, gak bisa lagi seperti selama ini misal jam kunjungan terbatas, mengantri lama sekali, ambil obat juga antri lama, jadi antara pendidikan dan industri harus nyambung dan beriringan," ujar Rosa.

Rosa mencontohkan di FK UBB, saat ini berupaya membuat mahasiswa untuk terbuka semisal dalam penggunaan AI, serta penggunaan aplikasi-aplikasi yang berkembang seperti halodoc.

"Selain itu di perguruan tinggi kita sudah menggunakan banyak tools-tools seperti untuk melihat interaksi berbagai jenis obat, contohnya jika seseorang harus minum 5 jenis obat maka dengan digitalisasi ini akan mudah diketahui seperti apa reaksi obat di tubuh dan hal lainnya. Kalau baik reaksinya dilanjutkan dan kalau hasilnya tidak baik maka harus distop penggunaan obat tersebut," bebernya.

Menyadari urgennya bisnis digital ini, salah satu perguruan tinggi di Bangka Belitung, yakni Politeknik Manufaktur (Polman) Bangka Belitung bahkan sejak tahun 2024 lalu telah membuka program studi (prodi) bisnis digital. Bahkan diungkapkan Dosen Polman Babel Prodi Bisnis Digital, Indah Riezky Pratiwi, antusiasme calon remaja sangat tinggi terhadap prodi tersebut.

"Jadi sejak dibuka prodi bisnis digital teknologi ada 100-an peminat, tapi kita baru menerima untuk satu kelas saja untuk Angkatan 1, namun di tahun 2025 ini program studi bisnis digital akan buka 3 kelas, karena antusiasme calon mahasiswa sangat tinggi di bidang bisnis digital ini, apalagi banyak diantara mahasiswa ini rupanya sudah terjun ke dunia bisnis seperti kuliner, jual kosmetik, bimbel dan sebagainya. Jadi di perkuliahan mereka bisa belajar banyak soal bagaimana pemasaran digital untuk menunjang bisnisnya kelak," ucap Indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....