Warga Bangka Diimbau Aktif Cegah Penyebaran Nyamuk Malaria

  • 16 Mei 2026 09:44 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID,Sungailiat - Masyarakat Kabupaten Bangka diimbau lebih waspada terhadap penyebaran malaria dengan meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar rumah. Upaya pencegahan dinilai penting menyusul meningkatnya kasus malaria yang membuat Kabupaten Bangka menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria pada tahun 2026.

dr. Buntoro Kurniawan selaku Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Promosi Kesehatan Ikatan Dokter Indonesia Pangkalpinang periode 2025–2028 mengatakan, munculnya kembali kasus malaria dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan hingga banyaknya genangan air di sekitar permukiman warga.

“Lingkungan yang kotor dan adanya genangan air menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak. Kondisi ini membuat potensi penyebaran malaria semakin meningkat apabila tidak segera diantisipasi bersama,” ujar dr. Buntoro saat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalu Program Bangka Belitung Pagi di Pro 1 Sungailiat Via Telephone.

Ia menjelaskan, faktor cuaca juga sangat memengaruhi perkembangan nyamuk penyebab malaria. Suhu udara yang hangat dan tingkat kelembapan tinggi mampu mempercepat siklus hidup nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa. Selain itu, curah hujan yang tinggi dapat memicu munculnya genangan air bersih yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Menurut dr. Buntoro, masyarakat perlu lebih rutin memperhatikan kebersihan lingkungan rumah dengan menerapkan langkah sederhana seperti 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Selain membantu menjaga kebersihan, langkah tersebut juga dapat mengurangi potensi penumpukan barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan perlindungan tambahan saat beristirahat, terutama pada malam hari. “Bila perlu gunakan kelambu di kamar tidur agar terhindar dari gigitan nyamuk, terutama di daerah yang rawan kasus malaria,” Ungkapnya.

Sementara itu, seorang pendengar RRI Wati mengaku masyarakat memang perlu meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Menurutnya, kebiasaan membersihkan halaman rumah dan saluran air harus terus dilakukan agar tidak menjadi sarang nyamuk. “Kadang genangan kecil sering dianggap sepele, padahal bisa jadi tempat nyamuk berkembang biak,” ujarnya.

dr. Buntoro berharap masyarakat dapat lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan malaria. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci penting dalam menekan penyebaran penyakit, sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....