Perhutanan Sosial Dorong Babel Berdaya dan Mandiri
- 21 Apr 2026 23:01 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat – Program Perhutanan Sosial dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini mengemuka dalam Dialog Lestari Alam yang disiarkan Pro 1 RRI Sungailiat.
Penyuluh Kehutanan Madya Dinas LHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darman Suriah, yang hadir langsung di studio, menjelaskan bahwa perhutanan sosial memberi akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.
Ia menambahkan, masyarakat yang tergabung dalam skema perhutanan sosial didorong untuk mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu, seperti madu hutan, tanaman obat, hingga ekowisata. “Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PDAS, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas LHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Oktedy Andryansah, yang bergabung melalui sambungan telepon, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam menyukseskan program ini.
Menurut Oktedy, hingga saat ini implementasi perhutanan sosial di Babel terus berkembang, baik dari sisi luasan lahan maupun jumlah kelompok tani hutan yang terlibat. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi hutan secara produktif dan berkelanjutan.
Salah satunya, Budi, warga Deniang, yang menanyakan bagaimana masyarakat bisa ikut serta dalam program tersebut. Ia mengaku tertarik karena melihat peluang ekonomi dari hasil hutan non-kayu yang mulai berkembang di daerahnya.
Menanggapi hal tersebut, Darman menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengajukan izin melalui kelompok tani hutan dengan pendampingan dari penyuluh kehutanan setempat. Prosesnya melibatkan verifikasi lahan serta kesiapan kelompok dalam mengelola kawasan hutan secara lestari.
Darman dan Tedy berharap program perhutanan sosial dapat terus diperluas dan menjadi solusi nyata dalam menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, Babel diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang berhasil memadukan aspek ekonomi dan konservasi lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....