Narkoba Rusak Otak Kecil dalam Hati Manusia

  • 03 Apr 2026 23:36 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID,Sungailiat - Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak fungsi otak utama, tetapi juga berdampak pada sistem saraf kompleks yang kerap disebut sebagai “little brain in the heart” atau otak kecil dalam jantung. Hal ini diungkapkan oleh dr. Windra Djohan dalam dialog Dokter Menjawab yang mengupas dampak narkoba terhadap aspek fisik dan emosional manusia.

Dalam penjelasannya, dr. Windra menyebut bahwa istilah little brain in the heart merujuk pada jaringan saraf di jantung yang memiliki peran dalam mengatur emosi, intuisi, hingga respons psikologis seseorang. Sistem ini bekerja selaras dengan otak di kepala, sehingga gangguan akibat zat adiktif dapat memicu ketidakseimbangan fungsi tubuh secara menyeluruh.

Sebagai Owner Klinik Hamidah dan Hamidah Aesthetic Clinic, dr. Windra menuturkan bahwa pasien dengan riwayat penyalahgunaan narkoba kerap mengalami perubahan perilaku signifikan. Mereka menjadi lebih emosional, kehilangan empati, hingga kesulitan mengontrol diri dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia yang juga menjadi pengurus dan penanggung jawab yayasan rehabilitasi narkoba dan disabilitas CAB menjelaskan bahwa zat-zat dalam narkoba menyerang sistem saraf pusat, termasuk jalur komunikasi antara otak dan jantung. “Biasanya individu tidak hanya mengalami gangguan fisik, tetapi juga kehilangan kepekaan rasa, termasuk rasa bersalah dan kasih sayang.”,ungkapnya.

Fenomena ini, menurut dr. Windra, sering kali luput dari perhatian masyarakat. Banyak yang hanya melihat dampak narkoba dari sisi kecanduan dan kerusakan organ, tanpa menyadari bahwa aspek emosional dan spiritual seseorang juga turut hancur secara perlahan.

Salah satu pendengar dari Bangka, Tofik, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi ini. Ia mengaku pernah melihat langsung perubahan perilaku anggota keluarga yang terjerat narkoba. “Dulu orangnya lembut dan peduli, tapi setelah kena narkoba jadi seperti tidak punya perasaan. Itu yang paling menyakitkan bagi keluarga,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, dr. Windra menegaskan pentingnya edukasi sejak dini kepada masyarakat, terutama generasi muda. Ia mengingatkan bahwa bahaya narkoba tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga merusak sisi terdalam manusia yang berkaitan dengan hati dan nurani.

Melalui edukasi berkelanjutan dan peran aktif keluarga serta lingkungan, diharapkan kesadaran akan bahaya narkoba semakin meningkat. Upaya pencegahan menjadi kunci utama agar generasi mendatang tidak kehilangan bukan hanya kesehatan, tetapi juga kemanusiaannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....