Waspada Deepfake Video Call, Menggunakan Kecerdasan Artificial Intelligence
- 29 Mar 2025 06:24 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Di tengah kemajuan teknologi, masyarakat di Indonesia kini harus lebih waspada terhadap ancaman baru berupa deepfake video call.
Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat video atau suara palsu yang sangat mirip dengan aslinya, sehingga memungkinkan penipuan melalui panggilan video.
Dalam program “Opini Publik” Pro1 RRI Sungailiat, berbagai tanggapan pendengar terhadap kecerdasan AI yang sering disalahgunakan untuk tindakan penipuan cukup meresahkan.
Pendengar asal Tanggamus Lampung, Leman melalui sambungan telepon mengatakan saat ini lebih hati-hati dan waspada jika mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.
“Dulu seringnya lewat telepon, lewat sms sekarang lewat panggilan WhatsApp, kadang nomor yang tidak dikenal itu bisa bolak-balik masuk dengan nomor yang berbeda, sangat meresahkan”, kata Leman
Sultan, seorang warga Pangkalpinang, juga melalui sambungan telepon mengingatkan pentingnya hati-hati dalam menerima panggilan video, terutama jika ada permintaan yang mencurigakan atau tidak wajar.
"Kita harus lebih jeli dalam menghadapi teknologi yang semakin canggih, karena bisa jadi itu bukan orang yang kita kenal. Sebaiknya jangan langsung percaya tanpa konfirmasi," ujarnya.
Deepfake video call adalah salah satu contoh penerapan AI yang digunakan untuk membuat rekaman palsu yang sangat mirip dengan kejadian nyata. Teknologi ini semakin berkembang, dan meskipun bisa digunakan untuk tujuan hiburan atau edukasi, namun tidak sedikit yang menyalahgunakan untuk penipuan. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan memastikan keaslian setiap panggilan video yang diterima dengan bijak.
Mengutip dari laman Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Video call adalah alat komunikasi yang sangat berguna, tetapi penggunaannya harus disertai kewaspadaan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat menikmati manfaatnya tanpa mengorbankan keamanan dan privasi.
Untuk menghindari risiko ini, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan:
1. Verifikasi Identitas Penelepon
Jika Anda menerima panggilan dari orang yang tidak dikenal, pastikan untuk memverifikasi identitas mereka melalui cara lain, seperti pesan teks atau telepon langsung. Jika Video Call dari orang dekat/kerabat, lakukan verifikasi dengan mengajukan pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh orang tersebut.
2. Gunakan Platform Aman
Pastikan menggunakan platform video call yang memiliki fitur keamanan seperti enkripsi end-to-end. Platform ini mencegah pihak ketiga mengakses percakapan Anda.
3. Waspada Terhadap Permintaan Informasi Sensitif
Jangan pernah membagikan informasi pribadi, seperti nomor rekening, kata sandi, atau kode OTP, melalui video call, bahkan jika penelepon terlihat meyakinkan. Berhati hati dalam membagikan informasi di Media Sosial (foto dan video)supaya mengurangi potensi disalahgunakan dengan deepfake.
4. Aktifkan Pengaturan Privasi
Beberapa aplikasi video call memiliki fitur untuk memblokir rekaman atau tangkapan layar. Aktifkan fitur ini untuk melindungi privasi Anda. Untuk kasus Scam AI, terapkan otentikasi dua faktor (2FA).
5. Selalu verifikasi sumber informasi yang mencurigakan/memprovokasi
6. Pendidikan Digital
Tingkatkan literasi digital Anda dan keluarga Anda tentang ancaman yang berkaitan dengan AI. Pahami bagaimana teknologi ini bekerja dan potensi risikonya.
Deepfake video call atau Panggilan Video Palsu adalah ancaman yang semakin nyata, tetapi dengan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi diri dari kejahatan berbasis AI ini. Verifikasi identitas, waspadai keanehan dalam video, dan hindari memberikan informasi sensitif adalah kunci utama dalam mengantisipasi serangan deepfake.