Natural, Tanpa Magic Reog Ponorogo Singo Monggolo Bikin Kagum Warga di RRI Fest 2026
- 12 Sep 2026 21:50 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Halaman RRI Sungailiat malam ini ramai. Sorak sorai terdengar saat Reog Ponorogo Singo Manggolo dari Persatuan Sedulur Perantauan Ponorogo - Perseppon Babel` tampil, Sabtu, 12 September 2026 malam.
Jathil, Ganong, Warok, Reog bergantian tampil. Penonton, dari anak-anak sampai orang tua, terpaku menyaksikan.
Penampilan ini bukan sekadar hiburan. Wakil Ketua Perseppon Babel, Tulus Ajinugroho menegaskan, reog yang mereka tampilkan adalah natural.
“Saya ingin meluruskan. Ini natural, tidak ada magic. Kadang orang takut karena ada kesurupan, tapi di kami tidak ada,” kata Adji.
Bukti natural itu ada di atraksi utama: Dadak Merak. Topeng seberat 50 kg dijinjing penari hanya dengan kekuatan gigi dan leher.
“Dijinjing menggunakan gigi dengan berat 50 kg. Ini berarti butuh latihan dan fisik yang luar biasa,” tambahnya.
Personelnya pun beragam. Ada anak remaja, dewasa, putra dan putri. Semua harus punya kekuatan fisik dan stamina kuat.
Antusiasme warga terlihat jelas. Yori, salah satu penonton, mengaku takjub.
“Sangat menghibur. Salut ternyata harus punya gigi kuat untuk bisa bawa reog,” kata Yori.
Bagi warga perantauan Jawa di Babel, Reog adalah pengobat rindu kampung halaman.
Etnis Jawa Ponorogo di Babel rutin melatih anak-anak muda. Tujuannya satu: melestarikan budaya Reog di tanah perantauan.
“Kami ingin kesenian ini dikenal masyarakat Babel. Ini edukasi sekaligus promosi budaya natural dari Ponorogo,” ujar Adji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....