Mengenal Patung Thai Se Ja dalam Tradisi Sembahyang Rebut

  • 28 Agt 2026 17:24 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Thai Se Ja merupakan patung yang menjadi salah satu ciri khas dalam tradisi sembahyang rebut atau Chit Ngiat Pan masyarakat Tionghoa di Bangka Belitung. Dalam kepercayaan yang berkembang di masyarakat, Thai Se Ja merupakan perwujudan raja atau dewa akhirat yang bertugas mengawal para arwah selama berada di dunia manusia.

Ko Ahcun, warga Tionghoa di Merawang, mengatakan patung Thai Se Ja biasanya dibuat dalam ukuran besar dan ditempatkan di depan atau di sekitar altar persembahan. "Thai Se Ja itu merupakan raja akhirat, jadi keberadaannya menjadi bagian penting dalam sembahyang rebut," ujar Ko Ahcun dalam acara Ngupi Pagi di Pro4 RRI Sungailiat, Jumat 28 Agustus 2026.

Patung tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi menjadi simbol penting dalam rangkaian ritual, sementara di hadapannya masyarakat menyiapkan berbagai persembahan seperti makanan, buah-buahan, sayuran dan hasil bumi. Di sejumlah daerah di Bangka Belitung, patung Thai Se Ja dapat dibuat dengan tinggi beberapa meter dan menjadi pusat perhatian saat pelaksanaan sembahyang rebut.

Sementara itu, Ko Ahyung, warga Tionghoa di Lubuk Kelik, menjelaskan patung Thai Se Ja juga memiliki peran pada akhir rangkaian sembahyang rebut. "Patung Thai Se Ja dipercaya mengawal atau membawa kembali arwah setelah rangkaian sembahyang selesai," kata Ko Ahyung.

Pembakaran patung Thai Se Ja biasanya menjadi bagian dari puncak ritual setelah prosesi persembahan dan rebut sesaji, yang di sejumlah tempat berlangsung sekitar tengah malam. Prosesi pembakaran dimaknai sebagai tanda berakhirnya rangkaian sembahyang rebut sekaligus simbol bahwa para arwah kembali ke alam akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....