Mengenal Sembahyang Rebut, Tradisi Tionghoa Babel Hormati Leluhur
- 28 Agt 2026 16:35 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Masyarakat Tionghoa di Bangka Belitung memperingati tradisi Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat Pan. Ritual ini dilakukan setiap tanggal 15 bulan ketujuh penanggalan Imlek sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Ko Ahcun, warga Tionghoa Merawang, menjelaskan ritual diawali dengan menyiapkan sesaji berupa makanan, buah, sayur, dan hasil bumi yang diletakkan di altar untuk didoakan.
"Sembahyang rebut itu intinya menghormati leluhur, dengan menyiapkan makanan dan persembahan yang kemudian didoakan," ujar Ko Ahcun di Ngupi Pagi Pro 4 RRI Sungailiat, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurutnya, di beberapa daerah di Bangka juga disiapkan patung Thai Se Ja sebagai bagian ritual.
Puncaknya, sesaji yang sudah dipersembahkan kemudian diperebutkan warga. Ko Ahyung dari Lubuk Kelik menyebut ini bagian paling ditunggu.
"Disebut sembahyang rebut karena pada bagian akhir sesaji yang sudah dipersembahkan kemudian diperebutkan warga," kata Ko Ahyung.
Rangkaian ditutup dengan pembakaran patung Thai Se Ja. Tradisi ini dimaknai sebagai penghormatan, doa, dan nilai berbagi yang diwariskan antargenerasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....