Sembahyang Rebut, Ratusan Warga Padati Kelenteng Pak Kung Ciong

  • 27 Agt 2026 11:17 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Masyarakat Tionghoa memadati halaman Kelenteng Pak Kung Ciong, yang terletak di Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, dalam rangka merayakan tradisi tahunan Cit Ngiat Pan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sembahyang Rebut, Rabu, 26 Agustus 2026 malam.

Pengurus Kelenteng Pak Kung Ciong Bong Dan mengungkapkan, tradisi Cit Ngiat Pan yang jatuh setiap tanggal 15 bulan 7 dalam kalender Tionghoa ini dipercaya sebagai momen dibukanya pintu alam gaib, di mana para arwah diberi kesempatan turun ke bumi.

Dalam tradisi tersebut, pengurus kelenteng menyajikan berbagai sesajen berupa hasil bumi, makanan, dan barang kebutuhan pokok di altar luar kelenteng atau di bawah patung Thai Se Ja sebagai bentuk penghormatan serta persembahan.

Di tengah halaman kelenteng berdiri kokoh patung raksasa Thai Se Ja (Raja Arwah) setinggi 10 meter lebih. Sosok penguasa alam gaib ini bertugas mengawasi para arwah agar tertib saat menyantap persembahan.

“Tadi mulai jam 3 sore itu penutup mata patung Thai Se Ja dibuka oleh Taipak, baru orang-orang sembahyang biasanya doanya minta sehat. Juga ada banyak hiburan ada barongsai, ada musik, nanti jam 12 malem orang boleh ambil berebut ada buah, sayur, mie, kempang,” ujar Bong Dan.

Sementara itu, Merlovia Anastasya, warga Desa Rebo yang datang bersama keluarganya mengatakan, setiap tahun menyempatkan untuk sembahyang dan menyaksikan hiburan.

“Mau lihat patungnya juga, apalagi di sini ramai banyak hiburan,” ujar Merlovia.

Puncak perayaan ditandai dengan puluhan warga langsung berebut beragam hasil bumi dan barang persembahan. Kepercayaan setempat meyakini bahwa barang yang berhasil diperebutkan membawa keberkahan dan rezeki. Tradisi diakhiri dengan pembakaran patung Thai Se Ja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....