Mengenal Tradisi Marhata Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak

  • 30 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Marhata sinamot merupakan salah satu tahapan penting dalam pernikahan adat Batak Toba. Pada prosesi ini, keluarga calon mempelai laki-laki dan perempuan bermusyawarah untuk membahas sinamot, yaitu pemberian adat berupa sejumlah uang dari pihak keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan sebagai simbol penghormatan dan tanggung jawab, bukan sebagai pembayaran atau harga mempelai perempuan.

Hal tersebut dibahas dalam acara Babel Nauli di Pro4 RRI Sungailiat, Senin 27 Juli 2026. Pembawa acara Eda Pita menjelaskan bahwa besaran sinamot tidak ditentukan secara baku, melainkan disepakati bersama berdasarkan kemampuan pihak laki-laki dan kesepakatan kedua keluarga.

"Sinamot adalah pemberian adat dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan sebagai bentuk penghargaan kepada orang tua yang telah membesarkan putrinya. Jadi, sinamot bukan untuk membeli mempelai perempuan, melainkan simbol penghormatan dalam adat Batak Toba," ujar Eda Pita.

Ia menambahkan, dalam prosesi marhata sinamot kedua keluarga juga membahas berbagai persiapan pernikahan, seperti waktu pelaksanaan pesta adat, pembagian tanggung jawab, serta kebutuhan lain agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Sementara itu, pendengar asal suku Batak Toba, Ucok, mengatakan masyarakat Batak Toba memaknai sinamot sebagai wujud penghargaan terhadap keluarga perempuan dan awal terjalinnya hubungan baik antarkeluarga.

"Yang paling penting dalam marhata sinamot adalah tercapainya kesepakatan melalui musyawarah. Nilai kekeluargaan lebih diutamakan daripada besar kecilnya sinamot," kata Ucok.

Melalui tradisi marhata sinamot, masyarakat Batak Toba terus menjaga nilai penghormatan, musyawarah, dan kebersamaan sebagai bagian dari warisan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....