Pemberian Ulos Jadi Prosesi Sakral Pernikahan Batak Toba

  • 30 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Pemberian ulos menjadi salah satu tahapan paling sakral dalam rangkaian pernikahan adat Batak Toba. Tradisi tersebut merupakan simbol kasih sayang, doa restu, dan harapan agar pasangan pengantin menjalani kehidupan rumah tangga yang rukun, sejahtera, dan penuh kebahagiaan.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Babel Nauli di Pro4 RRI Sungailiat, Senin 27 Juli 2026. Pembawa acara Eda Pita menjelaskan bahwa ulos tidak hanya dipandang sebagai kain adat, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Batak Toba.

"Prosesi pemberian ulos merupakan bentuk restu dari orang tua dan keluarga kepada kedua mempelai. Ulos menjadi lambang kehangatan, kasih sayang, dan doa agar rumah tangga yang dibangun selalu diberkahi," ujar Eda Pita.

Ia menambahkan, pemberian ulos biasanya dilakukan di hadapan keluarga besar dalam suasana penuh khidmat. Prosesi tersebut menjadi momen penting yang mempererat hubungan antarkeluarga sekaligus menegaskan ikatan kedua mempelai dalam adat Batak Toba.

Sementara itu, pendengar asal suku Batak Toba, Butet, mengatakan prosesi mangulosi selalu dinantikan karena memiliki nilai emosional yang tinggi. Menurutnya, setiap helai ulos yang disematkan mengandung doa dan harapan terbaik dari keluarga.

"Saat orang tua memberikan ulos, itu bukan sekadar tradisi, tetapi juga ungkapan kasih sayang dan doa agar pengantin hidup harmonis serta saling menjaga sampai tua," kata Butet.

Melalui prosesi pemberian ulos, masyarakat Batak Toba terus menjaga kelestarian adat sebagai warisan budaya yang sarat makna dan menjadi bagian penting dalam setiap pernikahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....