UPT Museum Kenalkan Gambus Belitung kepada Generasi Muda
- 23 Jul 2026 15:00 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung – UPT Museum Belitung mengenalkan sejarah dan nilai budaya gambus kepada pelajar melalui program edutainment bertajuk Gambus Belitung: Menjaga Warisan, Menghidupkan Peradaban.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 22–23 Juli 2026, ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah sejak dini.
Kepala UPT Museum Belitung, Revzan Maynovri mengatakan program edutainment dirancang agar museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar budaya yang lebih menarik dan interaktif bagi pelajar.
"Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas seni, sehingga upaya pelestarian gambus sebagai warisan budaya Belitung semakin kuat di kalangan generasi muda," kata Revzan, Kamis 23 Juli 2026.

Ia menambahkan, UPT Museum berencana menjadikan program edutainment sebagai agenda rutin untuk mendekatkan museum dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Bangka Belitung, Rofiqoh Naimatun menegaskan museum memiliki peran lebih dari sekadar menyimpan benda bersejarah. Menurutnya, nilai budaya yang terkandung dalam setiap koleksi menjadi bagian penting yang perlu dipahami oleh masyarakat.
"Sesuatu yang lebih penting dari benda adalah budaya yang terkandung dalam koleksi museum. Melalui koleksi benda kita mengetahui sejarah masa lampau," ujarnya.
Rofiqoh juga menyampaikan komitmen Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Bangka Belitung untuk terus berkolaborasi dalam mendukung pelestarian budaya di Kabupaten Belitung.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi dari Ketua Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya (KPSB) Peta Belitung, Muchlis, bersama praktisi gambus Belitung Rendy Dwie Okatrinada dan Usni Mariosha. Mereka membahas sejarah, perkembangan, hingga teknik memainkan gambus sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Belitung.
Muchlis mengatakan tradisi gambus perlu terus diwariskan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Kita perlu meneruskan tradisi ini agar identitas kultural Belitung tetap hidup dan dapat dinikmati generasi mendatang," ujarnya.
Program edutainment ini diikuti 80 siswa sekolah dasar, terdiri dari 40 siswa SD Negeri 1 Tanjungpandan pada hari pertama dan 40 siswa SD Regina Pacis pada hari kedua. Selain mendapatkan materi, para peserta juga berkesempatan mencoba memainkan alat musik gambus serta berdialog langsung dengan para narasumber.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....