Barongsai, Tarian Tradisional Tiongkok Mendunia

  • 14 Jul 2026 13:05 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Barongsai, salah satu tarian tradisional Tiongkok dengan properti menggunakan sarung yang menyerupai singa yang sangat mendunia.

Sejarah Barongsai sudah muncul sejak ribuan tahun lalu. Pertama muncul, tujuan tarian ini adalah untuk mendatangkan keberuntungan, hal ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi.

Kesenian Barongsai sendiri mulai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari Raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi.

Dan untuk mengusir pasukan Raja Fan Yang itu, seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusirnya. Upaya itu ternyata sukses, hingga akhirnya tarian barongsai pun melegenda hingga sekarang.

Ketua Klenteng Kwan Tie Miau Sungailiat, Sung Sun Khin, mengatakan, Barongsai selalu menjadi bagian ritual setiap perayaan Tahun Baru Imlek, dengan ciri khas musiknya yang berupa iringan drum, simbal, dan gong.

"Kalau Imlek itu wajiblah ada Barongsai, setiap tahun selalu ada. Begitu juga di acara besar lainnya," kata Sung sun Khin kepada rri.co.id, Sabtu (21/1/2023).

Pertunjukan Barongsai dalam kepercayaan Khonghucu bertujuan untuk mengusir roh jahat. Barongsai juga menjadi cara untuk menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan.

"Singa itu melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan. Karena itu, singa barongsai diharapkan dapat membawa keberuntungan pada Hari Raya Imlek," ucapnya.

Dewasa ini Barongsai bahkan sudah dianggap salah satu jenis olahraga. Dan digeluti tidak hanya orang Tionghoa, namun sudah dicintai dan kebanggaan lintas etnis.

"Kalau kita perhatikan saat ini karena memang sudah menjadi olahraga, justru lebih banyak warga selain Tionghoa yang aktif main Barongsai. Hampir semuanya anak-anak dari mana pun ikut Barongsai sekarang. Sungguh membuat kita bangga," ujarnya.

Dedi, salah seorang pemain barongsai mengaku jatuh cinta dengan kesenian ini sejak di bangku SMA. Hingga kini selesai menempuh pendidikan SMA dia masih tetap menggeluti barongsai.

"Saya SMA di Setia Budi, mulai di situ saya ikut barongsai jadi suka sekali walau pun saya seorang muslim. Barongsai ini udah dicintai lintas agama ya. Sampai sekarang masih main barongsai, bisa dikatakan sudah jatuh cinta lah dengan kesenian asli Tiongkok ini," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....