Sejarah Keraton Solo, Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

  • 02 Jul 2026 17:27 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat — Keraton Solo atau Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang hingga kini masih berdiri sebagai pusat pelestarian budaya Jawa. Keraton ini didirikan pada 1745 oleh Susuhunan Pakubuwono II setelah ibu kota Kerajaan Mataram dipindahkan dari Kartasura ke Surakarta akibat kondisi Keraton Kartasura yang mengalami kerusakan pascakonflik.

Mbak Tri, pembawa acara Campursari di Pro 4 RRI Sungailiat, mengatakan perpindahan pusat kerajaan menjadi awal berdirinya Keraton Surakarta yang kemudian berkembang sebagai pusat pemerintahan sekaligus kebudayaan Jawa.

“Keraton Solo dibangun oleh Susuhunan Pakubuwono II sebagai pusat pemerintahan baru Kerajaan Mataram. Hingga sekarang, keraton tetap menjadi tempat pelestarian adat, seni, dan tradisi Jawa,” ujarnya dalam siaran Campur Sari, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Mbak Tri, meskipun fungsi pemerintahan kerajaan telah berubah, Keraton Solo masih aktif menyelenggarakan berbagai upacara adat, seperti Sekaten, Kirab Pusaka, dan peringatan hari-hari besar budaya Jawa.

Sementara itu, Ratih, pendengar asal Jawa yang tinggal di Sungailiat, mengaku Keraton Solo memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Jawa.

“Keraton Solo bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi simbol kebesaran budaya Jawa yang masih terjaga hingga sekarang. Generasi muda perlu mengenal sejarahnya agar warisan budaya ini tetap lestari,” katanya.

Hingga kini, Keraton Solo tetap menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Indonesia yang memperkenalkan perjalanan panjang Kerajaan Mataram Islam serta kekayaan tradisi Jawa kepada masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....